oleh

Putusan Kasus Pancagila Ditunda, Sahat Gurning Kecewa

Balige, BatakToday

Dengan alasan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Toba Samosir, yang menangani kasus dugaan penistaan lambang negara, atau Kasus Pancagila, masih harus bermusyawarah lagi, sidang dengan agenda pembacaan putusan ditunda, Rabu malam (12/4/2017). Pada persidangan sebelumnya dijadwalkan untuk dimulai pukul 10.00 Wib, namun akhirnya dibuka terlambat, sekitar pukul 19.30 Wib.

Terdakwa Sahat S Gurning dan puluhan pendukung dari keluarga maupun sahabatnya, yang datang dari berbagai kalangan dan daerah, untuk menyemangati Sahat dalam menghadapi putusan Majelis Hakim, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas penundaan ini.

Hadir sejak pagi hari, untuk memenuhi jadwal persidangan, Sahat dan keluarga serta pendukung lainnya meninggalkan ruang sidang dan ruangan gedung menuju beranda PN Balige dengan tertib dibawah penjagaan puluhan aparat dari Polres Tobasa.

Sekeluarnya dari gedung, saat dimintai komentar, Sahat Gurning melemparkan nada berbau kritik tentang penundaan itu.

“Kita sedikit kecewa,  kecewa betul lah… Saya kecewa betul, kawan-kawan yang dari Medan, ada yang dari Nias datang, dari beberapa daerah juga berkunjung untuk mendengar putusan hari ini. Tapi, yang kita dengar Majelis Hakim belum siap bermusyawarah, karena sudah tiga kali pergantian Majelis Hakim untuk menyelesaikan perkara ini,” ujar Sahat Gurning tak dapat menutupi kekecewaannya.

Sahat menduga penundaan ini karena kekhawatiran pihak terkait akan terjadinya keributan oleh para pendukungnya yang hadir saat itu hadir dalam jumlah cukup besar, untuk menyaksikan sidang tersebut.

“Mungkin ada beberapa alasan yang mereka pertimbangkan. Kalau dugaan saya, mereka khawatir kita bikin ribut,” ujar Sahat Gurning.

Sahat Gurning menegaskan, apabila nantinya dalam putusan Majelis Hakim pada sidang yang akan datang, yang ditetapkan Majelis Hakim malam itu akan dilaksanakan pada Jumat (21/04/2017) depan, jika dia dinyatakan terbukti bersalah telah menghina atau menistakan lambang negara, atas perbuatannya menendang sebuah gambar burung yang menurutnya bukanlah Lambang Negara RI, maka dia meminta agar lambang negara diganti.

“Jika nanti Majelis Hakim menyatakan saya terbukti secara sah dan meyakinkan telah menghina Lambang Negara, maka saya minta Lambang Negara diganti menjadi gambar burung seperti yang saya tendang dalam gambar postingan saya,” tegasnya.

Aparat keamanan dari Polres Tobasa terlihat berjaga-jaga (bataktoday/ajvg)
Aparat keamanan dari Polres Tobasa terlihat berjaga-jaga (bataktoday/ajvg)

Proses hukum dalam penanganan kasus ini terhitung telah berlangsung satu tahun penuh pada hari dimana sidang pembacaan putusan ditunda. Sahat Gurning diamakan dari tempat tinggalnya di Desa Tangga Batu, Kecamatan Parmaksian, Toba Samosir, pada tanggal 12 April 2016 lalu.

Disinggung tentang salah satu postingannya di media sosial Facebook minggu lalu, yang meminta AKBP Jidin Siagian, yang menjabat Kapolres Tobasa saat dia ditahan atas sangkaan menghina lambang negara, agar mendatangi tempat dimana gambar yang dia tendang berada, Sahat berpesan agar Jidin memeriksa dengan teliti apakah benar gambar tersebut adalah gambar Lambang Negara.

“Bukan bermaksud merendahkan, tapi sebagai pembelajaran. Bapak AKBP Jidin Siagian, saat itu sebagai Kapolres Tobasa, dan dia yang menandatangani surat penangkapan dan penahanan saya saat itu. Agar di masa yang datang semua berhati-hati saat menyebut orang lain bersalah dan menjadikannya tersangka,” harap Sahat Gurning.

Sejak pagi harinya, aparat keamanan dari Polres Tobasa dalam jumlah yang diperkirakan lebih banyak dari jumlah pendukung Sahat Gurning, berjaga-jaga di dalam dan di luar Gedung PN Balige, maupun di lingkungan sekitar gedung pengadilan.

Namun dari pengamatan BatakToday, tidak sedikitpun pendukung Sahat Gurning melakukan tindakan yang mengganggu keamanan, di dalam maupun di luar persidangan. Malam itu, setelah penundaan sidang, Sahat S Gurning dan semua pendukungnya meninggalkan PN Balige dengan tertib.

Berikut video wawancara yang dilakukan Bataktoday, sebelum dia meninggalkan PN Balige. (ajvg)

News Feed