oleh

Rambutan Serapuh Manis dan Lekang, ‘Kuah’nya Pun Tak “Belepotan”

Pematangsiantar, BatakToday

Selama musim rambutan di bulan Juli, buah rambutan dari Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, paling diminati oleh para pembeli di kota Siantar. Menurut mereka, rambutan asal Serapuh ini memiliki rasa yang manis dan juga lekang, tidak kalah dengan rambutan dari daerah lain seperti Binjai dan Tebing Tinggi.

Amri, saat membeli rambutan yang dijajakan penjual di sepanjang Jalan Gereja, Siantar, Jumat (29/7), mengatakan kepada BatakToday bahwa rambutan Serapuh masih segar saat sampai di Siantar, dan rasanya pun manis.

“Sebelum membeli,  saya disuruh penjual rambutan mencoba dulu. Benar, rasanya manis, dan segar. Mungkin karena baru dipetik, Serapuh kan dekat dari sini,” ujar Amri sambil menikmati ‘sampel’ yang diberikan penjual.

Pembeli lainnya, Gindo, menyebut hal yang senada. Dia mengungkapkan sangat kecanduan dengan rasa rambutan dari Serapuh ini. Selain manis, menurutnya lekang dan tidak banyak air, sehingga tidak merepotkan saat mengupas dan menikmatinya.

“Rambutan asal Serapuh ini menjadi favorit saya setiap musim rambutan. Kalau rambutan daerah lain, memang manis dan lekang, tapi sering repot ketika mengupas dan memakannya. Kalau ini (maksudnya: rambutan Serapuh,-red.) tak “belepotan” dibikin ‘kuah’nya, lekang kering dia, tak repot apalagi dalam perjalanan,” sebutnya.

Sementara, penjual rambutan asal Serapuh, ‘pak Waridin mengaku rambutannya laris manis setiap berjualan di Jalan Gereja atau di tempat lain di kota Siantar. Pendapatannya lumayan setiap musim rambutan di Serapuh.

“Memang, kami penjual rambutan di kota Siantar ini akhirnya mengambil rambutan dari Serapuh.  Disana lagi musim rambutan. Lagian sudah terbukti, rambutan dari Serapuh tidak kalah sama rambutan daerah lain. Pembeli suka rasanya, dan harganya juga tak mahal, karena tempat mengambilnya pun tak jauh-jauh,” ungkap pak Waridin senang.

Hal yang sama juga diungkapkan para  pedagang rambutan lainnya, yang berjejer sepanjang Jalan Gereja, kota Siantar. Para pedagang juga menyediakan tempat sampah, dan membersihkan tempat itu setelah selesai berjualan. (EM)

Foto:

Rambutan Serapuh yang dijajakan para penjual di sepanjang Jalan Gereja, Pematangsiantar, Jumat 29/7/2016 (bataktoday/em)

News Feed