oleh

Randiman Keluhkan Proyek Pipanisasi yang Berlarut-larut

Medan,BatakToday-

Hingga kini proyek pipanisasi limbah (Metropolitan Sanitation Management and Health Project) berlarut-larut dan telah mengakibatkan rusaknya sejumlah ruas jalan di Kota Medan.

Penjabat Wali Kota Medan, Randiman Tarigan minta bantuan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal pemilihan Provinsi Sumatera Utara, Damayanti Lubis untuk membantu menyelesaikannya.

Diharapkan, Damayanti dapat membawa keluhan warga Kota Medan ini  kepada pemerintah pusat sehingga proyek ini segera dituntaskan.

Selain proyek pipanisasi limbah, masalah pendangkalan beberapa sungai yang melintasi Kota Medan seperti Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Belawan, serta Sungai Bederah juga dilaporkan Randiman. Pasalnya. Pendangkalan sungai selama ini menjadi pemicu utama terjadinya banjir di Kota Medan.

“Kami berharap dengan bantuan Ibu selaku anggota DPD RI, persoalan proyek pipanisasi limbah dan pendangkalan sungai ini bisa disampaikan kepada pemerintah pusat, sehingga bisa dituntaskan segera. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, kita di Kota Medan lebih teraniaya lagi,” kata Randiman dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan anggota DPD RI Damayanti Lubis di Ruang Rapat I Balai Kota Medan, Senin (11/1).

Pada RDPU yang dihadiri Plh Sekda Erwin Lubis, Asisten Pemerintahan Musadat Nasution, sejumlah pimpinan SKPD, Ketua FKUB Medan Palit Muda Harahap, serta seluruh camat, Randiman memaparkan kepada Damayanti, kondisi sejumlah ruas jalan yang terkena proyek pipanisasi limbah itu sangat memprihatinkan. Selain rusak parah, tidak sedikit warga menjadi korban akibat kecelakaan.

Randiman mengatakan, pihak yang bertanggungjawab penuh atas pengerjaan proyek pipanisasi limbah itu sudah dipanggil untuk segera menyelesaikan dan mengembalikan kondisi jalan yang terkena proyek seperti semula.

“Jadi dengan kedatangan Ibu kemari, kami sangat mengapresiasinya. Kami berharap apa yang menjadi keluhan ini bisa disampaikan kepada pemerintah pusat, sehingga pengerjaannya dituntaskan secepatnya dan kondisi jalan rusak akibat proyek dikembalikan seperti semula,”  ungkapnya.

Randiman mengungkapkan, pendangkalan dan penyempitan sungai yang merupakan kawasan yang berada di bawah pengendalian Balai Wilayah Sungai (BWS) juga menjadi masalah selama bertahun-tahun belakangan, karena sungai tidak mampu lagi menampung debit air dari parit maupun drainase yang ada, sehingga air melimpah dan menggenangi rumah warga.

“Apabila kami yang melakukan pengorekan, tentunya itu salah. Sedangkan menunggu BWS melakukan pengerukan, tidak diketahui kapan dilakukan. Untuk itulah kami berharap, masalah ini juga bisa ibu sampaikan kepada pemerintah pusat agar secepatnya diselesaikan. Sudah cukup masyarakat selama ini menderita akibat banjir,” harapnya.

Randiman mengaku sejak diberi amanah sebagai Penjabat Wali Kota telah membudayakan gotong-royong dengan membersihkan parit dan drainase. Secara rutin  setiap akhir pecan, ia memimpin gotong-royong dan menetapkan secara bergilir kecamatan yang menjadi objek gotong- royong.

“Alhamdulillah, hasilnya mulai kelihatan sekarang. Kawasan yang selama ini rentan menjadi langganan banjir kini bisa diminimalisir. Namun hasilnya bisa lebih maksimal lagi apabila sungai-sungai yang telah mengalami pendangkalan itu dikeruk,” paparnya.

Damayanti Lubis mengucapkan terima kasih atas keluhan yang disampaikan Pj Wali Kota, dan akan menyampaikannya kepada pemerintah pusat agar segera ditindaklanjuti

“Tujuan kedatangan saya ini untuk mencari masukan maupun informasi dari daerah asal pemilihan saya. Apalagi dalam tahun ini, kita harus merancang undang-undang, termasuk merevisi beberapa undang-undang seperti  UU Tenaga Kerja Luar Negeri. Untuk itu tentunya diperlukan masukan-masukan strategis guna mendukungnya,” jelas Damayanti. (AFR)

Foto: Anggota DPD RI Damayanti Lubis.

News Feed