oleh

Randiman: Medan menuju Pusat Pelayan Kesehatan Regional

Medan, BatakToday-

RSUD dr Pirngadi Medan kembali mendapat kucuran dana dengan wacana menjadi rumah sakit modern dan dilengkapi dengan peralatan medis terlengkap. Pembangunan ini dilakukan dalam upaya menjadikan Kota Medan sebagai pusat pelayanan kesehatan regional.

Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan terstandarisasi di RSUD dr Pirngadi Medan, sehingga mereka tidak lagi pergi berobat ke luar negeri.

Demikian harapan Penjabat Wali Kota Randiman Tarigan pada penandatangan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dengan Pemko Medan di Balai Kota Medan, Selasa (12/1).

Penandatanganan ini dilakukan antara Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI, Robert Pakpahan dengan Pj Wali Kota Medan, Randiman Tarigan.

Randiman mengatakan, di Kota Medan harus tersedia pusat-pusat pelayanan yang baik dan terstandarisasi namun dapat dijangkau masyarakat secara luas.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan membangun RSUD dr Pirngadi. Hanya saja untuk melakukan pembangunan, Randiman mengaku tidak dapat mengandalkan sumber pembiayaan dari APBD.

“Dibutuhkan sumber-sumber pendanaan yang lebih variatif dan tidak menjadi pembiayaan yang berat pada masa mendatang. Itu sebabnya kami berterimakasih kepada pemerintah pusat melalui Kemenkeu RI yang telah memfasilitasi proyek melalui kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Hal ini sesuai dengan Perpres No.38/2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur,” kata Randiman.

Rencana KPBU ini intensif didiskusikan selama lebih kurang tiga bulan, yang dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama disaksikan Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan pembiayaan Infrastruktur Kemenkeu RI Freddy Saragih, Plh Sekda Erwin Lubis, Kepala Bappeda Kota Medan Zulkarnain, Direktur Utama PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) Sintia Rusli, dan perwakilan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) serta Japan International Cooperation Agency (JICA).

Randiman menyadari, mewujudkan pembangunan RSUD dr Pirngadi tentunya memiliki tantangan yang lebih banyak ke depan. Karenanya dibutuhkan perencanaan teknis yang matang. Untuk itu Randiman meminta Kemenkeu dan berbagai pihak (PT PII, SMI dan JICA) dapat terus memfasilitasi pelaksanaan skema KPBU ini dalam pembangunan  RSUD dr Pirngadi.

“Kami yakin tanpa fasilitasi dan arahan dari pemerintah pusat (Kemenkeu), pemanfaatan skema KPBU ini sulit diwujudkan. Pemko Medan sendiri siap untuk mengikuti seluruh tahapan dan tata cara, serta seluruh pelaksanaan yang diperlukan,yang seterusnya dikoordinasikan oleh Bappeda Kota Medan,” katanya.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI, Robert Pakpahan mengatakan, Pemko Medan dan Kemenkeu menginisiasi rencana proyek pembangunan RSUD dr Pirngadi dengan menggunakan skema KPBU. Sistem ini merupakan kerjasama antara pemerintah dengan swasta.

“Artinya swasta yang akan membangun dan kita akan mencari investornya. Nantinya ada konsesinya dengan mereka (swasta),” jelas Robert.

Menurut Robert, sistem ini sudah lama digunakan di banyak negara. Pembangunan  dengan skema KPBU ini lebih transparan karena disampaikan ke market (pasar). Untuk itu sebelum dilempar ke pasar, perlu dilakukan perencanaan yang matang dengan melibatkan tenaga ahli sehingga dapat menarik perhatian investor.

“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan tahap perencanaan awal,” ungkapnya.

Proyek RSUD dr Pirngadi Medan akan meliputi pekerjaan desain, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan serta pembiayaan.

Cakupan proyek antara lain, pembangunan gedung baru, pengoperasian dan pemeliharaan gedung secara keseluruhan, inovasi proses pelayanan baru melalui desain ulang alur proses yang lebih baik, dan revitalisasi fungsi unit-unit layanan masyarakat yang ada.

Dengan proyek ini, diharapkan akan terjadi penambahan jumlah kamar rawat inap, revitalisasi peralatan medis, dan peningkatan mutu pelayanan dalam melaksanakan kewajiban penyediaan layanan kesehatan publik.

Robert menambahkan, perkiraan nilai Proyek RSUD dr.Pirngadi sebesar 244 miliar untuk pembangunan gedung baru, dan nilai tambahannya saat ini sedang dikaji dan dilakukan perencanaannya oleh PJPK.

Dalam tahap ini, Pemko Medan akan dibantu oleh tenaga ahli yang disediakan melalui dana technical assistance dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk dilakukan studi tambahan atas perencanaan yang ada sampai dihasilkan dokumen Pre-Feasibility Study (Pre-FS). (AFR)

Foto: Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI Robert Pakpahan dan Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan bersalaman usai penandatangan rencana pembangunan RSUD dr Pirngadi Medan, Selasa (12/1). (bataktoday/afr).

News Feed