oleh

Randiman Tarigan: Diklat Pemeriksaan Pajak Jangan Sekedar Seremoni

Medan, BatakToday-

Dalam rangka peningkatan pengelolaan pajak daerah, diperlukan aparat fungsional pemeriksa pajak dengan kompetensi dan integritas yang handal. Jika hal itu terwujud, peningkatan penerimaan pajak daerah serta peningkatan kesadaran wajib pajak daerah akan dapat ditingkatkan secara meyakinkan.

Hal itu disampaikan Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan saat penyampaian bimbingan dan arahan pada pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemeriksaan Pajak Daerah yang digelar di Balai Diklat Keuangan Medan, Jalan Eka Warni, Gedung Johor Medan, Medan yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas pendapatan Senin (2/11).

Menurut Randiman, seiring manfaat pembangunan yang telah dinikmati penduduk kota, telah ditetapkan target-target penerimaan pajak daerah secara optimal. Pajak daerah merupakan salah satu sumber Pendapata Asli Daerah (PAD) yang cukup penting dalam menopang tersedianya pembiayaan pembangunan kota. Dengan kata lain, besar kecilnya pajak daerah akan menentukan kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pengeluaran daerah, baik untuk pembiayaan program pembangunan maupun untuk pembiayaan kegiatan rutin.

Sebagai contoh ungkap Randiman, target pajak daerah tahun 2015 menyumbang hampir 24% dari total target pendapatan dalam APBD Kota Medan. Untuk itu, mantan Kadispenda Kota Medan ini mengingatkan, dibutuhkan serangkaian upaya efektif yang dapat meningkatkan pendapatan pajak daerah dari subjek dan objek pajak daerah yang ada.

“Untuk membangkitkan spirit bagi kita semua, saya ingin menyampaikan satu ilustrasi. Jika kita bisa menaikkan realisasi PAD Rp 150 miliar saja dalam satu tahun, kita bisa membangun 1 fly-over (jalan layang, red) setiap tahun, sebagai salah satu kebutuhan pengembangan infrastruktur jalan kita. Dengan demikian kita tidak harus menunggu sekian lama dari pemerintah pusat,” kata Randiman.

Atas dasar itulah, tegas Randiman, harus ada spirit dan komitmen moral yang nyata dari semua pihak sehingga bisa lebih mengoptimalkan realisasi PAD pada masa mendatang, guna mendorong percepatan dan perluasan pembangunan kota.

Selanjutnya kepada seluruh peserta diklat, Randiman berpesan untuk lebih serius dan aktif mengikuti seluruh proses pembelajaran yang diberikan. Sebab, keikutsertaan dalam kegiatan bimtek ini sebagai bagian dari strategi pokok untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan lapangan yang selalu ditemui pada pelaksanaan pengelolaan pajak daerah, sehingga dapat mendukung pencapaian pajak target.

Ia yakin, jika Pemko Medan memiliki SDM berkualitas dan profesional, ditambah dengan penerapan sistem teknologi informasi yang semakin handal, maka akan dapat mengelola PAD lebih besar lagi pada masa mendatang.

“Jadi saya tidak ingin diklat ini hanya seremonial dan gagah-gagahan saja, saya akan lihat implementasinya nanti!” tegasnya.

Kadispenda Kota Medan, M Husni dalam laporannya menjelaskan, diklat berlangsung selama 5 hari diikuti 30 orang peserta. Selain meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM aparatur pemeriksa pajak daerah, diklat juga bertujuan untuk menghasilkan aparatur pemeriksa pajak daerah yang bersih, profesional, berdedikasi serta santun dalam menjalankan tugas pemeriksaan pajak.

Husni mengungkapkan, diklat terlaksana atas kerjasama antara Dispenda Kota Medan dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pilihan BPPK sebagai mitra didasari pertimbangan institusi itu memiliki tenaga ahli bidang pengelolaan dan pemeriksaan pajak.

“Kedepan tuntutan pengelolaan pajak dibutuhkan tingkat pengetahuan yang maksimal, mengingat kita juga diperiksa oleh pihak yang profesional,” jelas Husni. (AFR)

Keterangan Foto:

Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan saat memberikan arahan dan bimbingan bagi peserta Bimtek Pemeriksaan Pajak Daerah, Senin (2/11).

News Feed