oleh

Ray Vivaldi Panjaitan, Debater Muda USU

Medan, BatakToday

Meraih prestasi di usia muda merupakan impian setiap orang, tak terkecuali Ray Vivaldi Panjaitan, mahasiswa aktif semester 2 di Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU). Ray begitu sapaan akrabnya,  membuktikannya dengan menorehkan berbagai prestasi melalui kompetisi debat dalam Bahasa Inggris.

Ray menggemari dunia Bahasa Inggris sejak duduk di bangku SD. Ia rajin membaca buku Bahasa Inggris dan aktif mengikuti les private. Kegemarannya berlanjut terus hingga ke bangku SMP. Ia menjadi salah satu pencetus English Club di SMPN 7 Medan. Meskipun pihak sekolahnya tidak menyediakan wadah untuk itu, namun melihat banyaknya siswa yang memiliki kemampuan dan minat, ia bersama teman-temannya membentuk klub tersebut.

Kemampuannya berbahasa Inggris diuji saat ia mewakili sekolahnya dalam ajang kompetisi pidato Bahasa Inggris. Meskipun saat itu Ray belum berhasil mendapatkan posisi juara dalam kompetisi yang diikutinya, tapi dia tidak merasa kecil hati. Ia kemudian lebih giat dan semakin memperdalam kemampuan bahasanya.

Saat ini Ray tengah aktif dan fokus di satu organisasi, yaitu USD (USU Society for Debate). Ia begitu tekun menggeluti organisasi yang menjadi bagian dari prestasi yang telah diraihnya. Dalam relis Zieviz Publisher Ilmu Komunikasi USU yang diterima BatakToday, Senin (05/05/2017), disebutkan prestasi Ray teranyar saat sukses menorehkan prestasi sangat membanggakan, yaitu meraih The 3rd Best Speaker dalam kompetisi SOVED (Sumatera Overland Varsity Debate) yang diadakan di Padang, 27-30 April 2017 lalu.

Tidak hanya itu, banyak lagi prestasi yang telah diraih oleh Ray, diantaranya USU English Debate Workshop/English Debate Competition 2016,  dan Juara 1 English Speech Competition in Millenium ICT Center 2016. Juga pernah mengikuti ALSA (Asian Law Student Association) di UNPAD 2016, serta juara 1 dalam IEC (International Education Center) Debate Open In Novice Category 2017.

Dalam kompetisi debat yang diikutinya, banyak hal atau isu yang dibahas. Baik isu nasional maupun internasional, dan dalam berbagai bidang pengetahuan.

”Dalam debat itu, bukan hanya isu yang bersifat lokal dan nasional saja yang dibahasa, tetapi juga internasional. Isu yang menjadi pokok utama debat juga beragam, mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, dan berbagai isu lainnya. Dalam debat kita tidak boleh menanggapi suatu isu hanya didasari pemikiran kita sendiri. Disamping ada aturan, pembahasannya juga harus jelas adanya,” ungkap Ray.

Dari sekian banyaknya kompetisi yang diikuti, menurut Ray yang paling berkesan adalah debat di SOVED.

“Di SOVED itu kita berkenalan dengan banyak orang dari berbagai daerah. Pertemanan kita bertambah, ilmu dan wawasan kita juga bertambah. Orang-orangnya unik, dengan adat dan kebiasaan dari daerah masing-masing. Jadi, kita juga bisa tahu bagaimana berbagai adat dari daerah lain,” ujar Ray saat wawancara melalui via telepon.

Prestasi yang telah diraih tidak membuat Ray puas begitu saja. Ia semakin giat belajar, agar dapat mencapai keinginannya untuk mengikuti debat tingkat internasional. Orangtua dan teman dekatnya juga mendukung keinginan Ray ini. Ray termotivasi, sehingga membuatnya semakin optimis untuk terus belajar. Tetap semangat, teruslah berkarya dan raihlah prestasi, Ray..! (rel/ajvg)

News Feed