oleh

RDTR Baru Kota Medan Mulai Berlaku Hari Ini

Medan, BatakToday-

Setelah puluhan tahun mempedomani Perda No.12 Tahun 1979 tentang Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) yang dinilai tidak lagi memadai, mulai tanggal 12 Oktober 2015 (hari ini, red) Pemerintah Kota Medan memberlakukan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Bangunan dan Gedung serta Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Medan sebagai dasar dalam penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Evaluasi terhadap RSSW sejak tahun 1979 belum pernah dilakukan, sehingga proses penerbitan SIMB banyak mengalami kendala akibat ketidaksesuaian RSSW dengan perkembangan kota yang sangat pesat.

“Dengan demikian permohonan SIMB yang diajukan masyarakat dapat diterbitkan dengan tepat waktu,” kata Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan di Medan, Minggu (11/10/2015).

Ditambahkan Randiman, evaluasi rencana kota yang selama ini mengacu pada Perda Nomor 17 Tahun 2002  tentang Retribusi Peruntukan Penggunaan Tanah dinilai tidak mampu lagi mengantisipasi perkembangan Kota Medan yang semakin cepat.

Perda Nomor 2 Tahun 2015 membagi Kota Medan dengan zonasi, yaitu zona lindung dan zona budidaya. Zona budidaya selanjutnya dibagi lagi ke dalam beberapa sub zona, antara lain sub zona perumahan, perdagangan dan jasa, perkantoran, industry dan perdagangan, sarana pelayanan umum, dan sub zona khusus.

Randiman menjelaskan, zonasi mengatur ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan, berupa pengaturan kegiatan-kegiatan yang diperkenankan dan tidak diperkenankan dibangun pada setiap zona. Selanjutnya dijelaskannya, terdapat empat kategori pengaturan, yaitu kegiatan diizinkan (I), kegiatan diizinkan bersyarat terbatas (T), kegiatan diizinkan bersyarat tertentu (B), dan kegiatan tidak diizinkan (X). “Dengan kata lain apabila suatu kegiatan dengan kategori I, T, dan B masih diperkenankan untuk diterbitkan IMB dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam perda tersebut. Sedangkan untuk kategori X tidak dapat diterbitkan IMB,” terangnya.

Menurut Randiman, zonasi juga mengatur intensitas pemanfaatan ruang, berupa ketentuan koefisien dasar bangunan (KDB) maksimum, koefisien lantai bangunan (KLB) maksimum, koefisien dasar hijau (KDH) minimum dan ketinggian bangunan  maksimum. (AFR)

Keterangan foto:

Kantor Pos Pusat, titik nol kilometer Kota Medan, lanskap indah yang tersisa.

News Feed