oleh

RE Nainggolan: Pemimpin Harus Berkarakter dan Memiliki Strategi

Medan, BatakToday

Orang-orang Kristen harus menjadi pemimpin yang cakap dan takut akan Allah, dapat dipercaya dan yang benci kepada pengejaran suap. Serta seorang pemimpin harus berakrakter dan memiliki strategi.

“Jika salah satu dari karakter dan strategi harus hilang, lebih baik yang hilang adalah strategi. Kemudian seorang pemimpin harus berintegritas,” kata Dr RE Nainggolan MM saat memotivasi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat UNIKA Santo Thomas Medan di Sekretariat GMKI Medan, Jl Gajah Mada, Sabtu (11/6) sore.

Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut ini menjadi pembicara pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan GMKI Komisariat UNIKA Santo Thomas, yang merupakan program rutin dari organisasi mahasiswa ini.

Menurut RE Nainggolan, dari berbagai defenisi kepemimpinan yang telah dirumuskan oleh berbagai ahli sebelumnya, kepemimpinan pasti mengandung unsur yaitu ada dua orang atau lebih.

“Tidak mungkin ada kepemimpinan jika hanya ada satu orang. Kemudian ada proses pengaruh. Pengaruh dari seseorang kepada orang lain,” katanya.

Pada kesempatan itu ia juga berbagi kiat sukses menjadi seorang pemimpin harus memiliki jaringan yang luas. Karena tanpa adanya jaringan yang baik, bahkan negara atau suatu bangsa yang tidak memiliki jaringan tidak akan pernah maju. Kemudian pemimpin harus fokus, menghargai waktu, kerja keras, komitmen, dan tetap bersyukur.

Perlu diingat, tujuan kepemimpinan dalam sebuah organisasi tentunya menjadi penentu arah, mengkomunikasikan, memotivasi, melakukan perubahan, dan fleksibilitas. Sehingga seorang pemimpin memiliki karakteristik energik, percaya diri, menjadi pusat kendali internal, kestabilan dan kematangan emosional.

Dipaparkannya ada sejumlah tipe kepemimpinan yang hingga saat ini ada yaitu kepemimpinan suportif (memberi perhatian kepada bawahan), kepemimpinan direktif (memberikan bimbingan), kepemimpinan partisipatif (memperhatikan usul), dan kepemimpinan berorientasi hasil. Namun saat ini di tengah perjalanan bangsa Indonesia ada empat hal yang telah hilang yang semestinya menjadi aset untuk kemajuan, yaitu kesetiakawanan dan solidaritas sosial, kesabaran, kesopanan/etika, dan rendah hati.

Sebagaimana tokoh muda dalam alkitab seperti Yusuf, Daud, Daniel, Timotius. Ia pun mengutip firman Tuhan dari I Timotius 4:12 ‘Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.’

Usai memberikan ceramah, peserta pelatihan pun berinteraksi dengan Dr RE Nainggolan melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan peserta. Penutup kegiatan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan dari GMKI Komisariat Unika Santo Thomas diserahkan Arie Sartika Berutu selaku Sekretaris Komisariat. (AFR)

Foto:

Sekretaris Komisariat GMKI UNIKA Santo Thomas, Arie Sartika Berutu menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Dr RE Nainggolan sebagai motivator dalam Latihan Dasar Kepemimpinan GMKI Komisariat UNIKA Santo Thomas, di Sekretariat GMKI Medan, Jl Gajah Mada, Sabtu 11/6/2016 (bataktoday/afr)

News Feed