oleh

Riadil Perintahkan ASN Pemko Binjai Netral dalam Proses Pilkada 2015

Binjai, BatakToday

Untuk mensukseskan Pilkada Binjai pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang serta menjaga sportifitas dan netralitas jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota Binjai akan membentuk Desk Pilkada. Hal ini disampaikan oleh Pj Wali Kota Binjai Riadil Akhir Lubis  di rumah dinasnya, Kamis (1/10).

Riadil menjelaskan, ada tiga tugas pokok yang dibebankan kepadanya setalah diangkat  menjadi Pj Wali Kota Binjai yaitu menjalankan roda pemerintahan kota Binjai, memfasilitasi pelaksanaan Pilkada Binjai 9 Desember 2015 mendatang, serta menjaga netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN) dalam proses pilkada. Mantan Kepala Bappeda Sumatera Utara itu juga menegaskan bahwa tugas seorang PNS hanya memilih salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, sehingga dalam proses Pilkada kota Binjai tidak ada PNS yang memihak dan tidak adanya penggunaan sarana dan prasarana negara atau ikut terlibat dalam pengerahan massa untuk mendukung satu pasangan calon. Jika ada PNS yang terlibat didalam proses pemenangan salah satu paslon maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan, tegas Riadil.

Ia juga mengatakan akan segera memerintahkan kepada seluruh pejabat struktural dan seluruh PNS di jajaran Pemko Binjai menandatangani pakta integritas. “Senin nanti pemko akan mengirimkan surat edaran kepada ASN dan PNS untuk menjaga netralitasnya dalam pilkada Binjai,” jelasnya.

Selain itu desk pilkada juga akan dibentuk untuk memfasilitasi pelaksanaan pilkada yang bertujuan untuk membantu KPU, Panwaslih dan lembaga lainnya dalam mensukseskan pilkada Binjai.

Di tempat terpisah, Mohammad Haris Sofyan, salah seorang penggiat pilkada bersih saat ditemui di kediamannya menyatakan mendukung penuh apa yang telah diprogramkan oleh pejabat wali kota Binjai, agar tidak ada lagi kecurangan atau keberpihakan dari pejabat publik. Program tersebut diyakininya akan membuat ketiga paslon merasa aman dan nyaman dalam berkompetisi.

Haris berharap ke depan kasus seperti yang dilakukan oleh Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Binjai, Mafulah Daulai alias Ipung tidak terulang lagi. Ipung dilaporkan ke panwaslih karena diduga kerap mendampingi Idaham, salah satu kandidat wali kota Binjai. (lud)

Keterangan foto:

Pemandangan alat peraga kampanye tiga pasangan calon walikota-wakil walikota yang bertarung pada Pilkada Binjai 2015 di tepi salah satu jalan protocol Kota Binjai. (lud)

News Feed