oleh

Ribut di Diskotik Z, Rendy Tewas Ditembak

Medan, BatakToday.

Ditengarai ribut dengan sekelompok orang di diskotik Z di Jl Mangkubumi Medan, M Rendy (20) warga Jl Kampung Aur Medan tewas bersimbah darah di dor timah panas. Kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB Senin dinihari (21/9) di Jl Brigjen Katamso, hanya berjarak 300 meter dari kediamannya. Pria ini mengalami luka tembak di dada dan seketika menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian karena saksi-saksi tidak sempat melarikannya ke rumah sakit.

Diceritakan rekannya Mawardi ditemui di rumah duka Senin pagi, awalnya korban bergelut dengan sejumlah pria sebanyanya di diskotik Z. Namun keributan berlanjut ke luar dan terjadi kejar-kejaran. Saat itulah Mawardi datang dan melerai mereka. Korban berlari ke arah kediamannya, namun seketika ada dua orang datang mengejar. Saat korban berusaha meleparkan sesuatu ke arah lawan, salah satu dari dua pria itu melepaskan tembakan hingga mengenai korban dan terjatuh.

 Hal sama juga disaksikan Aujarbaron yang menyaksikan peristiwa nahas itu. “Saya duduk di warung, ada kejar-kejaran. Ketika itu kawan korban dipukuli. Tau-tau sikorban bela, dan terjadilah penembakan,” ujarnya.

Saat kejadian ada oknum petugas kepolisian dari Medan Kota yang menurut kesaksian korban sering bertugas di sekitar itu. “Saat kami sudah naikkan korban ke kereta (sepedamotor, red), dia (oknum petugas polisi, red) menunjang (menendang, red) keretanya dan melarang kami membawanya ke rumah sakit.

“Biar mati dia disitu. Emang kalian tanggungjawab?,” hardik petugas sesuai penuturan Aujarbaron.

“Yang  nembak tanggungjawab,” ujar Aujarbaron.

Seketika itu pun, Rendy tewas meregang nyawa.

Sementara itu, dua pria penembak itu diduga warga adalah anggota korps Polisi Militer (PM). Warga meminta pertanggungjawaban atas penembakan tersebut. Korban yang sudah tidak bernyawa pun dibawa ke RS Pirngadi untuk kepentingan visum.

Hamil Anak Pertama

Hingga pukul 10.00 WIB, jasad Rendy belum juga tiba di rumah duka. Warga memadati rumah duka menantikan kedatangan jenazah korban. Mirisnya, istri korban, Beby, yang dalam kondisi hamil tua hanya mampu menangis dan terisak disamping tempat yang disediakan untuk membaringkan jasad suaminya itu. Warga berusaha menenangkannya, namun ia terus menangis dan seolah tidak percaya akan kepergian suaminya.

“Mungkin bulan depan akan melahirkan itu,” ujar seorang ibu tetangga korban. (AFR)

Keterangan Foto:

Mawardi, rekan korban

News Feed