oleh

SaLing Desak Polresta Siantar “Maksimalkan” Proses Hukum Sekda Donver

Pematangsiantar, BatakToday

Puluhan massa Sahabat Lingkungan (SaLing) kembali melakukan unjuk rasa ke Mapolresta Pematangsiantar, mendesak pemaksimalan proses penanganan dugaan tindak pidana  yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Donver Panggabean, M.Si, Kamis (25/8) sekitar  pukul 10.00 WIB.

Dugaan tindak pidana yang ‘dituduhkan’ SaLing kepada Donver adalah penerbitan surat-surat  palsu untuk penguasaan lahan oleh Pemko Siantar, di lahan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB), Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, dan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan surat keterangan penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan tersebut.

Dalam orasinya, Niko Sinaga sebagai koordinator aksi mengatakan bahwa penerbitan surat surat yang diduga dipalsukan Donver Panggabean, yang seharusnya merupakan produk administrasi daerah karena menggunakan Logo dan Stempel Kota Pematang Siantar, dianggap berpotensi menimbulkan kerugian Negara, dan merupakan tindakan melawan hukum, serta penyalahgunaan wewenang.

Niko menambahkan, Donver telah melawan perintah atasannya, Penjabat Walikota Siantar Jumsadi Damanik, yang telah menerbitkan surat penghentian pembangunan SLB Tanjung Pinggir, karena belum adanya kepastian status kepemilikan lahan tersebut.

“Sampai hari ini pembangunan SLB masih terus berjalan, padahal Pj.Walikota sudah memerintahkan untuk diberhentikan. Ada apa dengan Donver ?“ seru Niko.

Menjawab orasi dan tuntutan pengunjukrasa, salah seorang personil Polresta Siantar mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan sudah menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana ini kepada pengurus Sahabat Lingkungan.

Hal ini diamini oleh Candra Malau dan Agustian Tarigan sebagai pengurus SaLing, namun pengunjuk rasa tetap menegaskan agar prosesnya dimaksimalkan.

Usai menyampaikan aspirasinya di Mapolres Pematang Siantar, pengunjukrasa melanjutkan aksinya ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Setelah membacakan pernyataan sikap, koordinator aksi meminta agar Kejaksaan turut mengawal dan mengawasi proses penangangan kasus dugaan pemalsuan surat ini.

Mewakili Kejari Siantar, Kasi Intel Jefferson Hutagaol berjanji  akan menangani kasus ini  dengan baik jika kepolisian sudah menyerahkan tahapan selanjutnya kepada Kejaksaan Negeri Pematang Siantar.

“Sekarang kasusnya masih masih di kepolisian. Kami belum bisa mencampuri, kalau sudah sampai ke kejaksaan, kami akan menangani dengan professional,” sebut Jefferson.

Pengunjukrasa dari SaLing saat mendatangi Balai Kota Siantar, mendesak Pj Walikota Jumsadi Damanik untuk mencopot Donver Panggabean dari jabatannya, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 (bataktoday/at)
Pengunjukrasa dari SaLing saat mendatangi Balai Kota Siantar, mendesak Pj Walikota Jumsadi Damanik untuk mencopot Donver Panggabean dari jabatannya, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 (bataktoday/at)

Tuntut Jumsadi Copot Sekda Donver

Aksi demonstrasi dilanjutkan ke gedung Balai Kota. Pengunjukrasa berharap bisa bertemu dengan Pj.Walikota Jumsadi Damanik.

Candra Malau yang ‘menggantikan Niko untuk berorasi, menyampaikan bahwa massa SaLing tidak menolak pembangunan di kota Siantar, jika proses pembangunan tidak menyalahi.

Selain itu, Candra menegaskan sikap  SaLing, menuntut Pj Walikota untuk lebih bersikap tegas terhadap bawahannya, dengan mencopot Sekda Donver Panggabean dari jabatannya, yang sudah melakukan kesalahan dan pembangkangan yang tidak berdasar.

“Donver Panggabean sudah melecehkan Pj Walikota. Namun tidak juga diberikan sanksi. Kami minta kepada Pj Walikota agar mencopot Donver Panggabean dari jabatannya. Kami minta tanggapan sekarang juga,” demikian Candra mendesak.

Namun harapan demonstran tidak terpenuhi, Pj.Walikota tidak kunjung muncul untuk memberi tanggapan. Akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib. (AT)

Foto:

Pengunjukrasa dari Sahabat Lingkungan (SaLing), saat  mendatangi Mapolresta Pematangsiantar, menuntut pemaksimalan proses hukum terhadap Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar atas dugaan pemalsuan surat-surat berkaitan dengan lahan pembangunan SLB Tanjung Pinggir, Jalan Sudirman, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 (bataktoday/at)

News Feed