oleh

SaLing Penuhi Panggilan Polres, Agustian: “Hati-hati, Lahan Bukan Aset Pemko”

Pematangsiantar, BatakToday

Pengurus Sahabat Lingkungan (SaLing) menghadiri panggilan Kepolisian Resor Kota  (Polresta) Pematangsiantar untuk proses penyelidikan dugaan kasus pemalsuan surat-surat oleh Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Donver Panggabean, dalam penyediaan lahan untuk proyek pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di kawasan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Jumat (29/7/16).

Pengurus SaLing, Candra Malau didampingi rekannya Agustian Tarigan diperiksa di Ruangan Unit III Tipidkor Mapolres Siantar,Jalan Sudirman, oleh anggota penyelidik Bripka.Ivan R.Purba, kurang lebih tiga jam, mulai pukul 10.00 WIB.

Ditemui usai pemeriksaan, Candra Malau menjelaskan, pihaknya dimintai keterangan seputar surat-surat mana saja yang diduga palsu, dan penafsiran hukum yang menjadi dasar SaLing menyatakan bahwa surat yang diterbitkan Sekda Siantar itu dimaksud diduga palsu.

“Dalam laporan itu kan, kami lampirkan bukti-bukti pendukung beberapa surat yang kami duga palsu dan surat lain yang berkaitan. Jadi penyelidik hendak memperjelas, surat mana saja,” kata Candra.

Kepada penyelidik, lanjutnya, ia menyampaikan ada tiga surat yang diduga palsu yakni Surat Pernyataan Penguasaan Atas Tanah, Surat Keterangan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan Surat Pernyataan pemasangan tanda batas.

Kata Candra, penyelidik Polresta juga menanyakan hal yang berkaitan dengan surat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Siantar menyangkut status tanah dimaksud sebagaimana turut dilampirkan dalam laporan SaLing.

“Saya jelaskan, kalau tentang surat dari BPN, belum ada keterangan resmi dari pihak BPN hingga saat ini, meski sudah kami kirim surat permohonan klarifikasi bulan lalu. Itu juga tadi masuk dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” lanjut Candra.

Dalam pemeriksaan ini, SaLing juga menyampaikan bahan pendukung baru kepada penyelidik , yakni surat penghentian pembangunan SLB dimaksud yang diterbitkan PJ.Walikota Siantar, tertanggal 1 Juli 2016 lalu.

Di akhir pemeriksaan menurutnya, pihak kepolisian mengatakan akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam pengaduan SaLing, termasuk pihak PTPN III.

Agustian: “Hati-hati Membangun di Atas Lahan yang Bukan Aset Pemko!”

Pada kesempatan terpisah, salah satu pengurus SaLing yang turut memberikan keterangan kepada penyelidik Polresta Siantar, Agustian Tarigan kepada Bataktoday mengatakan bahwa masyarakat sebaiknya turut mengawasi proses Pembangunan SLB di Tanjung Pinggir. Dia menyebutkan pembangunan SLB berpotensi masalah hukum baru, sebab lahan yang dijadikan lokasi pembangunan bukan aset pemko Siantar, Jumat (29/7).

“Penjabat Walikota telah menerbitkan perintah penghentian pembangunan SLB Tanjung Pinggir. Banyak hal yang janggal dalam pembangunan itu, termasuk tidak memiliki IMB. Banyak hal yang berkaitan, dan menurut hemat kami, jika IMB kemudian diterbitkan, permasalahan akan semakin meluas, akan banyak yang tersangkut oleh karenanya. Status lahan yang mau digunakan belum jelas, kan?” ujar Agustian.

Agustian juga mengingatkan pemko Siantar untuk berhati-hati mendirikan bangunan di atas lahan yang bukan aset pemerintah kota Siantar.

“Pemko Siantar harus hati-hati itu, lihat kasus pembangunan Kantor Bupati dan gedung DPRD Kabupaten Padang Lawas. Mereka membangun di atas lahan yang bukan aset pemerintah kabupaten Padang Lawas, itu salah satu penyebab bupatinya saat itu masuk penjara. Untuk dugaan kasus SLB Tanjung Pinggir ini, selain surat keterangan mengenai lahan kami duga bermasalah, pembangunannya sendiri juga nanti akan bermasalah. Kami ingatkan, pak Jumsadi (Pj Walikota Pematangsiantar) supaya berhati-hati dan tegas soal SLB Tanjung Pinggir,” ujarnya mengingatkan.

Baca juga: SaLing Laporkan Sekda Kota Siantar Atas Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Tanjung Pinggir

Seperti diketahui sebelumnya, kasus ini berawal dari diterbitkannya sejumlah surat oleh Sekda Pematangsiantar, Donver Panggabean, untuk proses pembangunan SLB Negeri di Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, pada bulan Maret 2016 lalu. SaLing menduga bahwa beberapa surat dimaksud adalah palsu, sehingga pihak yang menerbitkan surat dilaporkan ke Polresta Pematangsiantar dengan dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan wewenang. (rel/ajvg)

Foto:

Agustian Tarigan, salah satu pengurus SaLing yang menghadiri panggilan penyelidik Polresta Pematangsiantar, sehubungan dugaan kasus pemalsuan surat-surat terkait lahan pembangunan SLB Tanjung Pinggir, Pematangsiantar, Jumat 29/7/2016 (bataktoday/ajvg)

News Feed