oleh

Samosir Music International Kembali Digelar, 25 Agustus 2018 di Tuktuk Siadong

Pulau Samosir, BatakToday

Danau Toba telah menjadi perbincangan hangat bagi banyak pihak, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berawal disaat Pemerintah RI mulai menggaungkan program pembangunan berbagai infrastruktur di Kawasan Danau Toba dan juga infrastruktur menuju ke sana. Sebagian darinya sudah bisa dinikmati, dan telah membawa  dampak yang positip bagi perkembangan kepariwisataan di kawasan, khususnya Samosir. Walau masih banyak hal yang perlu dibenahi, namun komitmen dalam hal penetapan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama di Indonesia, mulai bisa terlihat.

Program dan sikap serius pemerintah pusat ini disambut baik oleh Pemkab Samosir. Disamping bergiat melakukan pembenahan di daerahnya, Pemkab Samosir melalui Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Disparsenbud) menunjukkan komitmennya  dengan menggelar berbagai macam event sebagai kalender tahunan di Samosir. Dengan menyadari penuh, bahwa upaya peningkatan kunjungan wisata ke daerah tidak cukup hanya mengandalkan keindahan dan kekayaan alamnya, namun harus selalu  dibarengi dengan mengembangkan daya tarik lainnya seperti attraksi/event yang kreatif, bahkan  bertaraf internasional, sehingga bisa menarik wisatawan yang lebih banyak lagi.

Untuk itulah Disparsenbud Samosir tetap menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan salah satu Putra Samosir yang berdomisili di Belanda, yaitu Henry Manik. Sebelumnya, tahun 2014, Henry pernah menghadirkan 90an orang musisi Orkestra dari Austria, dan sukses menggelar konser di Samosir yang dihadiri langsung oleh ribuan pengunjung.

Sebagai daerah wisata, momen ini telah menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat besar buat daerah Samosir, khususnya dalam hal menyelenggarakan event pagelaran musik, dan perlu ditindaklanjuti setiap tahunnya.

Pemkab Samosir melihat ini sebagai event yang strategis, dan bisa mendatangkan banyak pengunjung, sehingga memasukkannya ke dalam program event Horas Samosir Fiesta (HSF) yang diselenggarakan tahun ke tahun.

Sebelumnya event pagelaran musik dimana Henry Manik bertindak sebagai pemrakarsa sekaligus Project Manager,  telah berlangsung tiga kali, masing-masing tahun 2014, 2016 dan 2017. Henry Manik sendiri, dari ketiga kali pagelaran ini, melihat belum adanya perhatian yang serius baik dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, maupun dari Kementerian Pariwisata, walau dalam setiap pagelaran selalu dihadiri oleh para petinggi dari provinsi maupun pusat.

Henry mengambil contoh ‘kejadian’, pada pagelaran Agustus 2017 lalu, ketika SMI dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Direktur BODT dan beberapa pejabat tinggi dari Pusat.

“Di saat kesempatan mereka berbicara dari atas panggung, mereka menyatakan kebanggaannya yang luar biasa atas kesuksesan event tersebut. Dan menyebut event itu berhasil mendatangkan pengunjung lebih dari sepuluhribuan, seakan-akan mereka telah turut serta men-support event tersebut. Mungkin dalam doa, bisa jadi iya…,” sebut Henry, seolah melempar sindiran melalui relis yang diterima BatakToday, Senin (23/4/2018).

Tahun ini, rencana pagelaran Samosir Music International akan kembali diadakan pada tanggal 25 Agustus 2018, di lokasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Open Air Stage Tuk Tuk Siadong.

Berbagai persiapan sedang digeluti oleh Henry Manik, mulai dari melobby para artis yang akan dibawa ke Samosir, baik dari Eropa maupun Jakarta, serta musisi lokal. Henry juga sedang mencari tambahan dukungan dari berbagai pihak.

Henry Manik sangat mengharap adanya dukungan yang serius dari Pemprov Sumut, dan Pemerintah Pusat, sehingga event ini bisa direncanakan dengan lebih matang dari sebelumnya dan tepat waktu, sehingga akhirnya bisa memberi hasil yang memuaskan.

“Kadang sangat mengherankan, melihat cara kerja kementerian, yang terkesan sangat sulit menyatakan bentuk dukungannya jauh-jauh hari. Apa mungkin mereka tidak terbiasa dengan perencanaan sebuah event setahun atau paling tidak 6 bulan sebelum event berlangsung? Atau mungkin para staf kementerian yang khusus menangani hal-hal terkait dukungan untuk event-event di daerah kebanyakan bersosmed ria dan berkhayal di kantor? Begitu juga dari provinsi. Jika bapak yang dari provinsi bangga dan senang dengan adanya event itu, sesuai pernyataan sebelumnya, mohon ditunjukkan dengan dukungan yang nyata, karena sangat dibutuhkan,” ujar Henry memberi himbauan. .

SMI ini merupakan suatu event musik yang unik dan sangat berbeda dari semua musik festival yang ada ,baik di dalam negeri maupun di luar. Pada event ini, semua musisi dan penyanyi, baik yang dari Eropa dan Indonesia, wajib membawakan beberapa lagu Batak, dan mereka bebas menggubah musik sesuai style dan rasa mereka. Dalam persiapan setlist lagu, Henry Manik mengaku harus turut berperan.

“Selama event ini berlangsung, berapa tahun ini, para artis dari Eropa khususnya, merespon segala sesuatunya dengan sangat baik, dan menerimanya sebagai sebuah tantangan,” pungkas Henry. (rel/ajvg)

News Feed