oleh

Sebastian Hutabarat, “Menanti Keadilan”

Balige, BatakToday

Hari ini, Selasa (17/12/2019), beredar di media sosial Facebook maupun Whatsapp (Group), pesan berjudul “Menanti Keadilan”, dari Sebastian Hutabarat, aktivitas lingkungan, khususnya di Kawasan Danau Toba, yang sebelumnya telah menjadi korban penganiayaan oleh JS dkk, yang dalam persidangan lain, sebelumnya, oleh Majelis Hakim PN Balige divonis bersalah dengan hukuman kurungan 2 bulan penjara.

Saat ini Sebastian menjalani persidangan, sebagai terdakwa atas tuduhan pencemaran nama baik oleh JS, pihak yang telah melakukan penganiayaan, dan dinyatakan bersalah seperti disebutkan di atas.

Berikut adalah pesan dari Sebastian, yang menurutnya, agar hal yang menimpa dirinya saat ini tidak terulang atau terjadi pada aktivis lingkungan lainnya, maupun pada orang lain pada masa yang akan datang.

Menanti Keadilan

Setelah dianiaya beramai ramai pada tanggal 15 Agustus 2017, 2 tahun kemudian, Maret 2019, oleh Polres Samosir, sayapun dijadikan tersangka, dan tanpa pemeriksaan seksama, oleh Kejaksaan Samosir, berkas perkarapun dinyatakan lengkap alias P21, dan sayapun segera dijadikan ‘terdakwa’, walau harus dipaksakan dengan ‘tanggal mundur’.

Sejak Mei 2019 sayapun menjalani persidangan yang melelahkan, menyita banyak waktu, pikiran, tenaga, dan biaya.

Setelah menjalani 16 kali persidangan (Mei hingga Desember 2019), Kamis 19 Desember 2019, sekitar jam 13.00 Wib, kita akan mendengarkan hasil putusan Majelis Hakim.

Jaksa menuntut 3 bulan penjara, persis seperti tuntutan Jaksa kepada Saudara JS yang dalam persidangan lain, sebelumnya, oleh Hakim dinyatakan  terbukti menganiaya saya dan sahabat saya Jhohanes Marbun, dan dihukum 2 bulan penjara.

Dalam 16 kali persidangan, tidak satupun dari 4 tuduhan Jaksa yang terbukti. Akan tetapi tetap saja Jaksa menuntut 3 bulan penjara.

Untuk itu, agar kasus  dugaan kriminalisasi demikian tidak bolak balik terjadi, kami memohon kehadiran teman teman pers, LSM, aktivis lingkungan untuk mendampingi kami mendengarkan hasil putusan Hakim Pengadilan Negeri Balige pada Hari Kamis 19 Desember 2019 sekitar jam 13.00 Wib , dalam persidangan yang dilaksanakan di Pangururan, Samosir.

Dugaan Kriminalisasi yang terjadi kepada saya, jika kita biarkan akan juga bisa menimpa teman teman, para sahabat, aktivis lingkungan  lainnya. Akan juga bisa menimpa anak anak kita dan generasi kita mendatang.

Semoga kriminalisasi yang saya alami, tidak lagi terjadi di masa masa yang akan datang.

Selamat berjuang untuk pemulihan Tao TOBA dan Selamat Datang Keadilan di Indonesia tercinta.

Balige, 17 Desember 2019

Sebastian Hutabarat

Diedit oleh: Arif JV Girsang

News Feed