oleh

Selamatkan Lapangan Horbo!

Pematangsiantar, Bataktoday

Konser grup band Jamrud di Lapangan Horbo, Kelurahan Sukamakmur, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, berlangsung Sabtu malam (20/05/2017).

Konser ini ternyata menimbulkan masalah tersendiri, yaitu lapangan tidak dapat digunakan masyarakat yang biasa berolahraga, terutama bermain sepakbola, selama berhari-hari, sejak Selasa (16/05/2017) hingga hari ini Minggu (21/05/2017). Disamping itu, kebisingan sejak check sound hingga penyelenggaraan konser itu sendiri, sangat menganggu ketenangan warga sekitar.

Namun yang paling menjadi masalah adalah kerusakan lapangan yang merupakan fasilitas umum. Hal ini disebabkan oleh masuknya kendaraan angkut berat ke dalam lapangan, maupun lintasan jogging sekelilingnya. Saat persiapan maupun setelah konser berakhir.

Suasana Lapangan Horbo pasca konser grup band Jamrud, Minggu siang 21/05/2017 (bataktoday/ajvg)
Suasana Lapangan Horbo pasca konser grup band Jamrud, Minggu siang 21/05/2017 (bataktoday/ajvg)

Hal ini disampaikan M Simanjuntak, warga Kelurahan Sukamakmur, kepada Bataktoday, Minggu siang (21/05/2017). Menurutnya, Pemerintah Kota Pematangsiantar harus mempertimbangkan konser sejenis untuk tidak diselenggarakan lagi di Lapangan Horbo.

“Manfaat konser seperti tadi malam tak sebanding dengan akibat di belakangnya. Coba lihat, tronton pun sudah masuk ke lapangan dan ke lintasan di sekelilingnya. Padahal sengaja dibuat portal, agar sehari-hari kendaraan tidak masuk. Sedangkan orang belajar mengendarai mobil sudah tidak cocok di lapangan ini, apalagi kendaraan angkut yang besar-besar seperti itu masuk,” keluhnya menunjukkan truk angkut berat yang berada di lapangan itu.

Truk besar memasuki lapangan dan lintasan jogging untuk mengangkut barang-barang milik peneyelenggara konser (bataktoday/ajvg)
Truk besar memasuki lapangan dan lintasan jogging untuk mengangkut barang-barang milik peneyelenggara konser (bataktoday/ajvg)

Ditambahkannya lagi, tentang terganggunya masyarakat untuk berolahraga dan kebisingan yang timbul ke pemukiman di sekitar lapangan saat penyelenggara melakukan pengetesan sound system dan terutama saat penyelenggaraan konser musik itu.

“Kaget kita gara-gara suara dari lapangan sana, waktu mereka mempersiapkan dan mengetes sound systemnya. Entah suara apa saja, ada yang seperti sirine, ada yang yang melengking-lengking. Apalagi pas konsernya, kaca-kaca di rumah kita ikut bergetar kuat, rasa-rasanya sampai mau pecah. Takutnya satu waktu jantung kita tak kuat, siapa yang mau tanggungjawab,” keluhnya lagi.

Seorang anak terlihat menaiki sepedanya di lintasan jogging Lapangan Horbo yang juga sehari-harinya biasa dijadikan tempat bermain anak (bataktoday/ajvg)
Seorang anak terlihat menaiki sepedanya di lintasan jogging Lapangan Horbo yang juga sehari-harinya biasa dijadikan tempat bermain anak (bataktoday/ajvg)

Ketika BatakToday menyebut bahwa penyelenggaraan konser tersebut menambah pendapatan daerah Kota Siantar, Simanjuntak menyebutkan ketidaksetujuannya akan alasan itu, karena fasilitas umum tujuannya bukan menambah pendapatan.

“PAD janganlah dijadikan alasan. Lapangan itu adalah fasilitas umum, yang keberadaannya ditujukan untuk fasilitas olahraga dan boleh juga sebagai sarana rekreasi yang menyehatkan. Konser itu kan tidak menyehatkan bagi semua orang, karena menjadi gangguan bagi yang lainnya. Pemerintah, dalam hal ini Pemko Siantar, harus berpikir dari sisi itu. Yang jelas fungsi utama lapangan itu tempat untuk masyarakat berolahraga, jangan sampai menimbulkan gangguan yang seperti kami alami beberapa hari ini. Disamping terganggu olahraga, terganggu ketenangan dan jam istirahat warga sekitar. Saya yakin pendapatan yang diperoleh pemerintah tak bakal cukup untuk memperbaiki lapangan akibat masuknya truk-truk itu, apalagi tadi malam ada hujan. Pemko Siantar harus menjaga dan menyelamatkan Lapangan Horbo ini. Ke depannya, jangan lagi sampai izin untuk kegiatan sejenis atau kegiatan lainnya, yang sampai membuatnya rusak berat!” kritiknya kepada Pemko Siantar.

Pantauan BatakToday di lokasi, memang sejumlah truk berukuran relatif besar, seperti truk tronton, memasuki lapangan dan lintasan jogging Lapangan Horbo, untuk mengangkut perlengkapan konser berupa rangka-rangka besi untuk panggung dan barang-barang lainnya. (ajvg)

News Feed