oleh

Selamatkan Rangkong Badak di Hutan Hatapang Labura

Labura, BatakToday –

Rongkong Badak (Buceros Rhinoceros) yang merupakan salah satu spesies burung rangkong terbesar di Asia. Satwa ini menghabiskan waktunya di bagian atas tajuk hutan dengan memakan buah-buahan, serangga, reptil kecil, hewan pengerat, dan burung-burung kecil. Rangkong badak mempunyai perilaku yang unik; betina bersarang dalam lubang pohon yang kemudian ditutup dengan lumpur. Selama burung betina tinggal di dalam lubang tersebut, ia diberi makan oleh burung jantan.

Menurut red list (daftar merah) International Union for Conservation of nature (IUCN), rangkong badak termasuk spesies yang hampir mengalami kelangkaan. Sementara Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) juga mengklasifikasikan satwa burung ini ke dalam kategori Appendix II, yaitu spesies yang dilarang untuk perdagangan komersial internasional karena hampir mengalami kelangkaan, kecuali jika perdagangan tersebut tunduk pada peraturan ketat, sehingga pemanfaatan yang tidak sesuai dapat dihindari.

Hutan Hatapang di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) merupakan salah satu habitat rongkong badak di Provinsi Sumatera Utara. Namun akhir-akhir ini populasinya semakin berkurang karena kerap menjadi sasaran pemburu.

(lihat: https://www.facebook.com/rinaldy.hoetajoloe/videos/988389841283804/).

Upaya serius yang efektif dari para pemangku kepentingan untuk menyelamatkan habitat satwa langka, sekaligus memberantas perburuan illegal terhadap satwa langka. Dalam konteks penyelamatan populasi rongkong badak di Hutan Hatapang Kabupaten Labura, kinerja Kelompok Pengelola Hutan Lindung (KPHL) Unit XXII Tobasa-Labura sangat ditunggu. (teks & video: Rinaldy Hoetajoloe/red)

News Feed