oleh

Si Peracik Terasi Asal Sumut Raih Juara 2 Pemuda Mandiri Perdesaan 2016

Jakarta, BatakToday –

Membanggakan, Muhammad Ja’far Hasibuan, pria asal Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Halu Sihapas, Padang Lawas Utara dinobatkan menjadi juara kedua dalam pemilihan Pemuda Mandiri Perdesaan Berprestasi Tingkat Nasional di Bandung oleh Kementerian Pemuda dan Olaraga, Kamis (15/9/2016).

Ja’far adalah peserta angkatan 25 Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) asal Sumatera Utara (Sumut). Ia ditempatkan di Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.

Desa Silo Baru merupakan desa tertinggal yang sulit dijangkau karena akses transportasi jalan yang rusak dan berlumpur ketika pasang surut air laut. Dengan jarak tempuh dari Kota  Medan selama 7 jam dan 2 jam perjalanan ke Kisaran, Ibu Kota Asahan, Ja’far tak patah semangat untuk terus berkarya.

Sampai akhirnya Ia pun berhasil mengembangkan potensi hasil laut yakni udang halus untuk dikenal luas masyarakat Indonesia.

Dalam lomba Pemuda Mandiri Perdesaan (PMP) tingkat nasional tahun 2016 ini, Muhammad Ja’far Hasibuan dengan bidang usaha Koperasi Silau Terasi meraih nilai 75.38, hanya selisih 0,4 poin dari peserta asal Lampung, Hamdan Dewi Maistri yang meraih nilai tertinggi 75.54.

Dewi yang merupakan sarjana pendidikan yang juga peserta Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan  (PSP3) angkatan 24 itu, merintis usaha Pondok Kopi Kawan.

Sementara tempat ketiga diraih wakil Provinsi Bali, Jedi Suhirman, bidang usaha Pengelolaan VCO, dengan raihan 74.14.

“Saya melihat potensi daerah itu yang mayoritas masyarakatnya berkerja sebagai nelayan dan udang halus hasil tangkapan nelayan di desa tersebut sangat baik. Dengan modal Rp 5 juta akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat terasi dari udang halus,” ujar pria kelahiran 1989 ini.

Usaha yang dirintis Ja’far dari nol ini pun tidak langsung berhasil. Berbagai kendala dihadapinya, mulai dari distribusi hingga pemasukan yang berdampak pada modal.

“Tapi dengan keseriusan serta semangat pantang menyerah akhirnya dengan dibantu masyarakat juga, terasi ini akhirnya diminati dan didistribusikan sampai ke luar negeri, Thailand juga Malaysia. Terasi kita menggunakan udang dan diakui lebih enak, tidak bau, seperti terasi yang terbuat dari ikan pada umumnya,” lanjutnya.

Katanya, usaha terasi dengan ijin Dinkes P-IRT No.2021208010230-21 Sertifikat Halal LP POM MUI SU No. 09060007690316 yang diproduksi oleh Koperasi Silau Terasi Desa Silo yang didirikannya bisa memproduksi hingga 60 ton per bulan.

“Usaha ini jalan di akhir tahun 2015 dan alhamdulillah hingga saat ini terus berkembang, dan kami pun bisa buat terasi sampai 3 ton dalam sehari, atau 60 ton per bulan,” katanya.

Ja’far, menjadi Pemuda Sarjana yang juga berhasil membuka koperasi di desa penempatannya. Hingga saat ini, koperasi yang Ia jalankan bahkan sudah menangani berbagai bidang.

“Selain terasi, kita juga ada budidaya kepiting, pengolahan ikan, seni limbah laut seperti membuat hiasan dari kulit kerang, dan di bidang pariwisata,” ujarnya sembari mengatakan anggota koperasi tersebut yang juga masyarakat setempat terus bertambah.

Ja’far berharap, usaha yang dilakukannya dapat bermanfaat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Lebih dari itu, bisa menjadi inspirasi bagi semua pemuda yang ada di Indonesia, khususnya Sumut. Ia juga menaruh harapan kepada Pemerintah Provinsi untuk mendukung pemuda dalam menumbuhkan ekonomi kreatif. (rel/AFR)

News Feed