oleh

Siantar Darurat Narkoba, SaLing & Kelompok Cipayung Tuntut Tanggungjawab Polresta dan BNN

Pematang Siantar, BatakToday

Peredaran narkoba yang semakin marak di Kota Pematang Siantar membuat mahasiswa dari Sahabat Lingkungan (Saling) dan  Kelompok Cipayung yang terdiri dari yang terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan unjuk rasa, menuntut tanggungjawab Polresta Siantar dan Badan Nasional Narkoba BNN) Kota Siantar, sebagai institusi yang bekerja untuk memberantas peredaran narkoba di kota ini, Senin (21/3).

Dalam aksi yang dimulai dari Mapolresta SiantarJalan Sudirman, mahasiswa melakukan orasi untuk menunjukkan keprihatinan atas kondisi peredaran narkoba di Siantar. Koordinator aksi dari Sahabat Lingkungan, Agus Tarigan meminta Kapolresta untuk berdialog dengan mereka.

“Kami prihatin dengan kondisi Kota Siantar, yang sudah dalam keadaan darurat narkoba. Pak Kapolres diminta untuk keluar  menemui kami.  Jangan menutup mata pak, Siantar sekarang sudah jadi kota narkoba. Jangan beraninya cuma sama kurir narkoba, tangkap bandarnya,” tantang Agus dalam orasinya.

Agus melanjutkan tuntutan mahasiswa agar dilakukan pengembangan atas pernyataan terpidana Atan Makmur alias Ong pada persidangan yang baru lalu. (Baca tautan berita: https://bataktoday.com/bandar-narkoba-siantar-divonis-8-tahun-penjara )

Terpidana narkoba Ong sudah menyebutkan nama-nama bandar narkoba dalam persidangan. Jangan biarkan bandar-bandar itu berkeliaran di kota Siantar. Mereka merusak generasi bangsa di kota ini,” seru Agus, seraya kembali meminta Kapolresta Siantar untuk keluar menemui mereka.

Sekitar setengah jam berunjuk  rasa,  tidak ada respon dari Kapolres, massa mencoba menerobos masuk ke Mapolresta Siantar. Namun hadangan petugas kepolisian yang berkekuatan lebih besar dari pendemo, menggagalkan upaya mereka untuk memasuki Mapolresta.

Gagal menerobos hadangan petugas, mahasiswa akhirnya bergerak menuju kantor BNN Kota Siantar, sambil membagikan selebaran berisikan ajakan melawan peredaran narkoba kepada masyarakat yang dijumpai di jalan.

Setibanya di kantor BNN Siantar, yang terletak di Jalan Keselamatan Kelurahan Suka Dame, pengunjukrasa disambut Kepala Seksi Pencegahan Narkoba BNN Siantar Kompol Arthur Pasaribu.

Pengunjukrasa kembali melakukan orasi di Kantor BNN. Ketua GMKI Siantar, Fawer Sihite menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pihak BNN yang dianggap tidak mampu menangani kasus narkoba di kota Siantar.

“Patut diduga oknum BNN Siantar terlibat dalam peredaran narkoba di kota ini. Lihatlah bapak-ibu yang di BNN Siantar ini, begitu merajelalanya bandar narkoba di kota ini. Kami rakyat Siantar sudah resah terhadap keberadaan bandar narkoba. Jangan biarkan kami rakyat Siantar ini tertindas akibat peredaran narkoba. Kalau tidak sanggup lagi bekerja di BNN, kami siap menggantikan bapak ibu untuk bekerja memberantas narkoba di kota ini,” demikian orasinya.

Menjawab hal tersebut, Arthur mengatakan bahwa pegawai BNN kota Siantar siap membuktikan bahwa mereka bebas narkoba melalui tes urine di hadapan masyarakat Siantar.

”Kami seluruh pegawai BNN, siap untuk melakukan tes urine di hadapan masyarakat Siantar, sekarang juga. Siap dipecat dari BNN jika ternyata positif menggunakan narkoba,” jawab Arthur.

Dalam penjelasan lanjutan kepada pengunjukrasa, Arthur menyampaikan bahwa BNN Siantar tidak mampu memberantas narkoba sepenuhnya, karena keterbatasan jumlah anggota kepolisian yang dimiliki.

“Kami hanya tiga orang saja dari kepolisian di BNN Siantar ini. Kendala utama bagi kami untuk memberantas narkoba.  Program tahun ini, dari BNN pusat akan melakukan penambahan petugas dari kepolisian, untuk memperkuat personil BNN Kota Siantar untuk melakukan pemberantasan narkoba,” terang Arthur.

Usai mendegar penjelasan kompol Arthur Pasaribu, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, setelah bersalaman dengan Kepala Seksi Pencegahan Narkoba BNN Kota Siantar ini.

Kordinator aksi, Ali Yusuf Siregar ketika diwawancarai BatakToday, mengatakan bahwa aksi untuk mendorong pemeberantasan narkoba ini akan dilakukan secara berkelanjutan, untuk menyuarakan perlawanan terhadap peredaran narkoba di Kota Siantar. (EM)

Foto:

Unjuk rasa menuntut pemberantasan narkoba yang dilakukan mahasiswa Siantar, dari Sahabat Lingkungan dan Kelompok Cipayung, di depan Mapolresta Pematang Siantar, Senin 21/3/2016 (em/bataktoday)

News Feed