oleh

Siantarman Arts Festival, 04-05 Agustus 2017: “128 Km Medan, 50 Km Danau Toba”

Pematangsiantar, BatakToday

Sejak dijadikannya Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, tentu saatnya juga warga Kota Pematangsiantar untuk tidak mengabaikannya begitu saja. Akan gemerlapnya pariwisata Danau Toba pada masa yang akan datang, seharusnya menjadi perhatian warga Siantar, mengingat wisatawan yang hendak ke Danau Toba, dari Kualanamu, akan melintasi kota terbesar nomor 2 di Sumatera Utara ini.

Namun kemudian, menjadi pertanyaan mendasar, apa yang akan dilakukan Pematangsiantar untuk menyongsong gegap gempita wisata ini nantinya? Inilah yang menjadi salah satu alasan dari tema “128 Km Medan, 50 Km Danau Toba” dalam Siantarman Arts Festival 2017.

Bagaimana potensi seni budaya yang dimiliki oleh anak-anak muda yang diwakili berbagai komunitas, dapat dirajut menjadi satu kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan, dari tahun ke tahun, sehingga menjadi bagian dari Agenda Wisata kota Pematangsiantar untuk merespon perkembangan pariwisata Danau Toba.

Demikian disampaikan sebagai pengantar, dalam konperensi pers yang diselenggarakan Panitia Siantarman Arts Festival (SAF) 2017, Kamis petang (3/8/2017), di DL Cafe&Resto, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pematangsiantar.

Siantarman Arts Festival (SAF) 2017 akan diselenggarakan selama 2 hari, 04-05 Agustus 2017, mengambil tempat di Kampus Universitas HKBP Nommensen, Jalan Asahan No. 4, Pematangsiantar. Festival ini melibatkan 39 komunitas seni budaya, baik yang ada di Kota Siantar maupun dari luar kota.

“Proses persiapan dan pematangan rencana dilangsungkannya Siantarman Arts Festival (SAF) 2017, selama 2 bulan ini, merupakan waktu yang sangat singkat. Namun oleh semangat dan kebersamaan dari seluruh komunitas yang bergabung, akhirnya akan sampai  pada hari pelaksanaan Siantarman Arts Festival pada 04-05 Agustus 2017,” demikian ujar Adie Damanik, Ketua Panitia SAF 2017.

Ditambahkannya Adie lagi, menjadi mimpi besar bagi mereka, panitia SAF, untuk menjadikan potensi kaum muda sebagai magnet pariwisata.

“Kami panitia memiliki mimpi yang sama, mimpi besar, bagaimana potensi anak muda, potensi seni dan budaya kita bisa dijadikan sebagai modal kota ini untuk menjadi magnet pariwisata. Karena tidak bisa dipungkiri, kota dengan julukan sebagai Kota Pendidikan ini memiliki segudang potensi anak muda, yang sampai saat ini tidak tahu kemana muara seluiruh bakat dan talentanya. Melalui Siantarman Arts Festival, kita berusaha mengaktualkan bakat yang dimiliki para pelajar dan anak muda, mengenalkan seni dan budaya,  serta membangun atmosfer seni pertunjukan, yang harapannya dapat mengisi wajah baru Kota Siantar,” sebut Adie.

Tumpak Winmark Hutabarat, Manajer Program Siantarman Arts Festival, memaparkan bahwa dalam festival ini akan dihadirkan berbagai karya seni budaya.

“Siantarman Arts Festival akan menampilkan pekarya dari berbagai bidang, mulai dari drama musikal, opera Batak, pameran foto dan lukisan, band etnik dan modern etnik, serta tari tradisional. Kita juga mengadakan berbagai lomba, mulai dari lomba mewarnai, melukis, fashion show, vokal solo dan fotografi,” paparnya.

Tumpak yang akrab disapa ‘Siparjalang’ menambahkan, bahwa sampai saat ini semua kegiatan terselenggara masih dengan dana urunan dari individu-individu yang tergabung dalam komunitas.

“Semua kegiatan dibiayai dengan dana urunan kita, panitia dan individu dalam komunitas yang terlibat. Memang kita sudah ada melakukan komunikasi dengan pemerintah kota (Pemko Siantar,-red.), namun tidak menyangkut pembiayaan. Hipotesa kita, kegiatan anak muda, terlebih panggung seni budaya belum menjadi proritas pemerintah kota dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata,” sebut Tumpak.

Personil Identity Band, salah satu band yang akan tampil, Kristovel Sitanggang, yang juga turut dalam kepanitiaan SAF, menyampaikan apresiasinya untuk terselenggaranya SAF 2017.

“Kita dari musisi, khususnya dengan ditampilkannya bidang seni musik, sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Kita pun secara sukarela bergabung serta berkontribusi untuk menyukseskan Siantarman Arts Festival ini,” ujar Kristovel Sitanggang.

Kristovel, penabuh drum grup musik yang mengangkat tema modern etnik di Kota Siantar ini, juga menyampaikan harapannya untuk kepedulian anak-anak muda untuk even seni budaya di Kota Siantar.

“Menurut saya, acara seperti ini harus didukung oleh siapapun yang perduli terhadap kota dan budaya. Sebab jika tidak anak muda yang peduli, ya siapa lagi. Apresiasi dari pemerintah dan seluruh masyarakat, baik melalui kehadiran di acara puncak maupun lewat pembelian tiket, sangat kita harapkan. Kami sendiri sebagai band yang akan tampil, turut bergabung dari proses awal, sudah melalui tahap yang panjang. Kami ikuti terus, mulai dari mengamen bersama, mengisi acara pre event dari kafe ke kafe, bahkan aksi penjualan kaos, demi suksesnya Siantarman Arts Festival,” imbuhnya.

Dalam konperensi pers ini, panitia juga menyampaikan pesan dan harapan kepada semua pihak.

“Semoga pada 04–05 Agustus nanti, acara ini ramai dikunjungi oleh masyarakat. Dan harapan kami, acara ini akan tetap berlangsung tahun depan dan tahun–tahun selanjutnya. Kami menyadari betul, di tengah potensi kota yang besar ini, alangkah sayangnya jika tidak dimaksimalkan,” demikian disampaikan. (rel/ajvg)

News Feed