oleh

Silahisabungan Arts Festival #2: Akhir Pekan yang Akan Dikenang

Silahisabungan, BatakToday

Hari kedua penyelenggaraan Silahi Sabungan Arts Festival (SAFE) #2 oleh Rumah Karya Indonesia, di Pantai Pulau Paropo, tepatnya Juma Rumatanggal, Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Dairi, sepanjang harinya sangat mengesankan bagi sekitar pengunjung yang hingga malam sekitar pukul 20.00 Wib mencapai 4000-an orang, Sabtu (22/7/2017).

Sejak pagi hari, para peserta 1000 Tenda, meski hingga awal malam ini menurut Event Manager SAFE#2, Passiona Sihombing, ‘hanya’ sukses dengan berdirinya 700-an tenda, sudah merasakan atmosfer yang menggembirakan dan berkesan.

Suasana di lokasi 1000 Tenda, Pantai Rumatanggal (bataktoday/ajvg)
Suasana di lokasi 1000 Tenda, Pantai Rumatanggal (bataktoday/ajvg)

Peserta 1000 Tenda terlihat menikmati suasana Pulau Paropo dan Pantai Rumatanggal sejak pagi hari.

Pekemah yang mulai mengisi lokasi Camping Ground di sepanjang pantai melakukan berbagai aktivitas sesama mereka dengan bermain air Tao Silalahi yang sepanjang hari tenang.

Pantai Rumatanggal di sore hari, Sabtu 22/7/2017 (bataktoday/ajvg)
Pantai Rumatanggal di sore hari, Sabtu 22/7/2017 (bataktoday/ajvg)

Beberapa dari mereka menaiki kapal yang datang untuk membawa ‘raun-raun’ berkeliling Tao Silalahi, sementara yang lainnya berkelompok menikmati udara yang cukup sejuk dan nyaman di bawah rindangnya pohon mangga dan kemiri di lokasi.

Sekitar pukul 15.00 Wib dilaksanakan Karnaval Budaya yang dimulai dari Bukit Baha, Desa Paropo, hingga berakhir di sekitar panggung seni di Pantai Rumatanggal.

Workshop Batik Batak, Perempuan Hari Ini (bataktoday/ajvg)
Workshop Batik Batak, Perempuan Hari Ini (bataktoday/ajvg) lebih

Setelahnya berbagai kegiatan panggung seni 4 puak, Pakpak-Toba-Karo-Simalungun berlangsung hingga sore pukul 18.00 Wib.

Beberapa penampil diantara sore tadi telah tampil Jumat malam (21/7/2017) pada acara pembukaan di Sopo Godang HKBP Paropo. Namun tidak mengurangi minat pengunjung, apalagi buat mereka yang baru hadir pada hari kedua.

Selain acara di panggung seni, dilangsungkan beberapa kegiatan diantaranya Workshop Batik Batik oleh Komunitas Perempuan Hari ini yang diprakarsai Lusty Malau dan Workshop Melukis Kaos oleh Adie Damanik.

Workshop Melukis Kaos, Adie Damanik (bataktoday/ajvg)
Workshop Melukis Kaos, Adie Damanik (bataktoday/ajvg)

Di awal malam acara di panggung seni makin menarik oleh Sabo Band yang tampil memukau meski di awal penampilannya terganggu dengan kurang inharmoni dari salah satu alat musiknya, dengan vokalisnya Erik Zent Tondang, membawakan lagu-lagu etnis Simalungun. Kemudian panggung diisi oleh Samuel Pinem, Fashion Show Sopo Mode Ethnic oleh Veriyanto Sitohang, Samuel Ujung, dan Hanna Pagiet.

Dengan penampilan yang kental dengan kebatakannya, berlatarbelakang puak Toba, lahir dan dibesarkan di Dairi, Tampe Raja Mangaraja Silaban membawakan musik yang berbau ritual dengan alat musik Tulila yang nyaris punah dan pembacaan puisinya.

Penonton membludak hingga ke perladangan Juma Rumatanggal di sisi kanan panggung.
Penonton membludak hingga ke terasering perladangan Juma Rumatanggal di sisi kanan panggung (bataktoday/ajvg)

Ada juga grup musik etnik Karo dari Desa Budaya Dokan, dan hingga berita ini diterima redaksi sekitar pukul 22.30 Wib, grup musik dari Etnomusikologi USU sedang tampil di panggung.

Selain besok, Minggu 23/7/2017, beberapa acara masih akan mengisi acara malam ini. Chian Band dari Tanah Pinem Dairi, Boraspati dan Equalis masih akan tampil di panggung SAFE#2. (ajvg)

News Feed