oleh

Silahisabungan Arts Festival #2: Kolaborasi Budaya dan Tamasya Edukasi

Silahisabungan, BatakToday

Rumah Karya Indonesia melalui Silahisabungan Arts Festival #2 memiliki konsep dan gagasan baru dalam menyediakan liburan seru nan berbudaya di Bukit Baha, Desa Paropo, Kabupaten Dairi. Selain pertunjukan cross culture yang beragam dari empat kebudayaan, yaitu Pakpak, Toba, Karo dan Simalungun, festival ini sarat dan peka akan kelestarian lingkungan. Festiaval ini akan dilangsungkan dalam waktu dekat, dimulai pada hari Jumat 21/7/2017 sampai dengan Minggu 23/7/2017.

Pengunjung akan diajak beraksi untuk menanam pohon dan menebar bibit ikan di Danau Toba. Festival ini diharapkan mampu mengajak siapapun untuk tidak sekadar menikmati pemberian lingkungan namun dapat mengupayakan lingkungan tersebut agar tetap terjaga.

SAFE#2
SAFE#2

Selain itu, festival ini akan melibatkan anak-anak perkampungan di sepanjang Kecamatan Silahisabungan untuk mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba mewarnai, menggambar, vokal, dan juga baca puisi.

Keterlibatan anak-anak dalam festival ini sangat dirasa perlu oleh Passiona Sihombing, selaku Manager Festival yang ikut turun dalam Pre Event yang diadakan di beberapa tempat sebelumnya, yaitu Paropo, Tongging, Silalahi, Sidikalang dan Dairi.

“Anak-anak perlu ditumbuhkan kesadarannya dalam menjaga Danau Toba. Nah, kita harus menggunakan kegiatan yang menyenangkan dan membelajarkan dalam memprovokasi mereka untuk cinta terhadap lingkungan,” kata Passiona.

Anak-anak sedang berlatih untuk persiapan tampil di SAFE#2 (ist)
Anak-anak desa di kawasan Silahisabungan dalam kegiatan Pre Event SAFE#2 (ist)

Juga tak luput perhatian terhadap budaya dan tradisi lokal Silahisabungan. Pemuda Paropo akan berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan Opera Batak di panggung Silahisabungan Arts Festival #2. Selain itu, Plot Pematangsiantar juga akan menampilkan sebuah opera “Perempuan di Pinggir Danau”.  Ada juga workshop Batik motif budaya khas Silalahi oleh komunitas Perempuan Hari Ini serta pembuatan handycraft.

Menariknya lagi, pengunjung tidak akan diajak menonton pertunjukan musik dengan cara biasa. Silahisabungan Arts festival menggelar seribu tenda, dengan hanya mengutip biaya Rp20ribu/orang, dengan fasilitas meliputi Camp ground (belum termasuk tenda), parkir motor/mobil, workshop, panggung budaya dan pemutaran film.

Rumah Karya Indonesia bekerjasama dengan “PLN Peduli” dan “BUMN Hadir untuk Negeri” dalam menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan, penyelenggaraan Silahisabungan Arts Festival akan memberikan dampak positif di berbagai sisi, untuk desa-desa di Kecamatan Silahisabungan. (rel/ajvg)

News Feed