oleh

SIMB Studio Hotel Bermasalah, BPPT Siantar Gunakan Istilah As Sungai

Pematangsiantar, BatakToday

Dari penelitian yang dilakukan terhadap dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Pematangsiantar, atas permohonan pemilik bangunan atas nama “Mahmud, Cs.” yang kemudian dijadikan tempat usaha Studio Hotel, BatakToday menemukan beberapa kejanggalan di dalamnya.

Dalam penelitian terhadap dokumen IMB yang diterbitkan BPPT Kota Siantar untuk bangunan milik pemohon tersebut di atas, ditemukan kejanggalan berupa penggunaan istilah As Sungai dalam penetapan jarak antara Garis Sempadan Bangunan terhadap Sungai (GSB Sungai).

Uraian dari penelitian dokumen IMB di atas berturut-turut sesuai gambar dibawah dijelaskan sebagai berikut:

Denah Situasi Dalam Permohonan IMB

Gambar 1. Denah Situasi untuk Gambar Rencana Mendirikan Bangunan Hotel 2 Lt + Basement (Lampiran Permohonan IMB)
Gambar 1.

Pada Gambar Denah Situasi lokasi bangunan yang akan didirikan, sebagai dokumen lampiran dari permohonan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh pemohon atas nama Mahmud, Cs. Kepada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Pematangsiantar, diperlihatkan dengan jelas bahwa as sisi bangunan terluar sejajar dengan Garis Sempadan Sungai, berjarak 12,00 meter dari tepi palung sungai.

Gambar 2. Gambar pada Surat Ukur di Sertifikat Hak Milik (SHM)
Gambar 2. Gambar pada Surat Ukur di Sertifikat Hak Milik (SHM)
Gambar 2.

Pada Sertifikat Hak Milik (SHM) No.148 tertanggal 20 Desember 2011, yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pematangsiantar, diperlihatkan dalam Surat Ukur bahwa sebidang tanah yang kemudian kepemilikannya diberikan kepada atas nama MAHMUD, bidang tanah yang dimaksud  masih berjarak dari tepi palung sungai Bah Biak.

Gambar 3. Keterangan Situasi Bangunan
Gambar 3. Keterangan Situasi Bangunan
Gambar 3.

Tim Teknis Pemberian IMB dalam gambar Keterangan Situasi Bangunan dengan pasti juga menggambarkan jarak terluar dari gedung (bukan tembok penahan tanah) ke tepi sungai adalah 12 meter.

Gambar 4. Lampiran Keterangan Peruntukan Tanah Tanah untuk Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB)
Gambar 4. Lampiran Keterangan Peruntukan Tanah Tanah untuk Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB)
Gambar 4.

Kemudian ditemukan pada halaman lampiran lainnya yang juga atas nama Tim Teknis Pemberian IMB, yang merupakan satu kesatuan dengan IMB, disebutkan Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah 20 meter dari As Jalan (maksudnya Jalan Parapat,-red.) dan 12 meter dari As Sungai. ‘

Pada halaman terdepan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) Nomor 648/73/IMB/BPPT/III/2015, tertanggal 03 Maret 2013, yang diterbitkan atas permohonan pemohon yang kemudian diterbitkan dan diberikan kepada atas nama MAHMUD, CS., ada ditetapkan ketentuan yang harus dipatuhi oleh pemilik bangunan, yaitu Garis Sempadan Bangunan harus mempedomani Keterangan Situasi Bangunan yang direkomendasikan oleh Tim Teknis Pemberian IMB.

Perlu digarisbawahi bahwa bahasa dalam peraturan dan perundang-undangan tidak mengenal atau tidak menggunakan makna substantif yang diartikan sebagai As Sungai, pada saat menentukan Garis Sempadan Sungai atau Garis Sempadan Bangunan terhadap Sungai.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28/PRT/2015 Pasal 5 ayat 1 menyebutkan bahwa garis sempadan pada sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditentukan paling sedikit berjarak 10 (sepuluh) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) meter.

Dalam hal ini kondisi awal Sungai Bah Biak yang bersebelahan dengan bidang tanah lokasi bangunan Studio Hotel dan Restoran City, adalah sungai tidak bertanggul. (EM/ajvg)

Foto: Bangunan gedung Studio Hotel dan Restoran City, foto diambil pada Jumat 13/4/2016 (doc. bataktoday)

News Feed