oleh

Sisi Lain Kasus Pancagila, Jurnalis Vs JPU: Sahat “Menang”

Balige, Bataktoday

Menjelang persidangan pembacaan putusan atas Kasus Pancagila yang menimpa Sahat S Gurning, terjadi ‘selisih paham’ antara jurnalis salah satu media dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini, Jumat petang (21/04/2017).

Bermula dari jurnalis Tribun Medan, Arjuna Bakkara, yang sedang meliput di Pengadilan Negeri Balige petang itu, mengambil gambar di ruang sidang utama yang akan digunakan untuk persidangan Sahat Gurning, di mana JPU Zulhelmi SH sedang menunggu dimulainya persidangan.

Merasa terganggu dengan jurnalis yang mengambil gambar, termasuk gambar dirinya, Zulhelmi menyatakan keberatannya kepada jurnalis tersebut. Oleh ketidak sepahaman tentang kebebasan untuk mengambil gambar di tempat itu, antara keduanya sempat terjadi adu mulut.

Setelah melihat ada yang menyaksikan ‘perselisihan’ itu, keduanya berjalan ke pintu ruang sidang, namun di sana tetap melanjutkan perdebatan.

Ketika BatakToday mencoba untuk mencari tahu sebab musabab permasalahan saat itu, Zulhelmi menyebut jurnalis tidak permisi untuk mengambil gambar. Namun Arjuna bertahan bahwa untuk mengambil gambar di tempat tersebut tidak perlu permisi terlebih dahulu.

Akhirnya, ketika perdebatan berlanjut ke lobby PN Balige, jurnalis lain dari stasiun televisi SCTV berusaha melerai, dengan membujuk jurnalis tersebut untuk pergi ke tempat lain. Zulhelmi juga akhirnya meninggalkan lobby, berhubung persidangan akan segera dimulai.

Diketahui kemudian, terdakwa dalam kasus dugaan penistaan lambang negara, Sahat S Gurning, dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut 2 tahun 6 bulan hukuman penjara atas terdakwa dalam kasus ini. (ajvg)

News Feed