oleh

Soal Bantuan Aquafarm, Wagub Sumut: “Sudah Saya Perintahkan untuk Dikembalikan”

Medan, BatakToday

Wagub Sumut, Nurhajizah Marpaung mengaku telah memerintahkan General Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT) Wan Hidayati, untuk mengembalikan bantuan dari PT Aquafarm Nusantara (PT AN).

Hal itu dikatakan Wagub Sumut yang juga Dewan Penasehat BP GKT ini melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Rabu malam (21/3/2018).

“Saya sudah memerintahkan beliau (Wan Hidayati-red) untuk mengembalikan bantuan itu, kata Wagub Sumut. Meski begitu saya akan mengecek kembali,” sebut Nurhajizah.

Sebelumnya, protes keras disampaikan sejumlah lembaga pemerhati Danau Toba sehubungan bantuan tersebut. John Robert Simanjuntak dari Perhimpunan Jendela Toba meminta agar BP GKT kembali kepada tujuan awalnya, yakni mengawal kelestarian Kawasan Danau Toba. Salah satunya dengan tidak berkompromi dengan perusahaan-perusahaan perusak lingkungan.

“Kita sangat menyesalkan peristiwa itu dan meminta Wagub Sumut sebagai Dewan Penasehat BP GKT bertindak keras. Ini soal kepercayaan masyarakat yang telah dirusak oleh GM BP GKT. Jangan karena GM BP GKT dan sejumlah oknum di lembaga itu, orang-orang yang selama ini bekerja tulus ikut dicemooh masyarakat,” kata John Robert.

John Robert juga minta agar oknum-oknum yang menurutnya menodai ‘tujuan’ Geopark Kaldera Toba dievaluasi bahkan diberhentikan.

“Kami sebagai masyarakat juga berhak atas Danau Toba. Karenanya kami meminta kepastian agar bantuan itu dikembalikan dan BP GKT evaluasi diri. Saya juga meminta agar GM BP GKT dan oknum-oknum yang membelot dicopot. Mereka telah menodai perjuangan kawan-kawan di BP GKT yang benar-benar bekerja tulus selama ini,” pintanya.

“Kami Perhimpunan Jendela Toba selalu akan bicara keras untuk ini. Itu komitmen kami. Kami merasa bertanggungjawab karena wacana Geopark pertama kali kami yang gulirkan. Dan kami memilih di luar lembaga BP GKT,” tegas John.

Sarma Hutajulu dari Komisi A DPRD Sumatera Utara menyebut hal senada, dan meminta agar Gubernur Sumut mengambil tindakan sehubungan kejadian tersebut.

“Apa yang dilakukan GM BP GKT, yang juga Kadisbudpar Sumut itu, merupakan pengkhianatan. Saya minta agar Gubernur Sumut mencopot Hidayati dari jabatannya sebagai GM BP GKT dan juga dari Kadisbudpar Sumut,” demikian sebut Sarma dalam relis yang dikirimkan oleh komunitas yang menyebut diri sebagai Pecinta Danau Toba ke redaksi BatakToday.

Dalam klarifikasinya beberapa waktu lalu, Wan Hidayati menyebutkan dirinya tidak ada menerima bantuan dari PT AN.

“Apa yang mau saya pulangkan, saya tidak ada menerima uang,” kata Hidayati yang baru beberapa bulan menjabat Kadisbudpar Sumut ini. (rel/ajvg)

News Feed