oleh

Solok Selatan Lintasan Penjualan Satwa Dilindungi

Solok Selatan, Bataktoday –

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah IV Solok Selatan Sumatera Barat mensinyalir Solok Selatan menjadi daerah perlintasan penjualan satwa dilindungi ke luar Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, Solok Selatan juga diduga menjadi lokasi favorit perburuan liar satwa langka tersebut.

“Kita menduga Solok Selatan ini menjadi daerah perlintasan penjualan satwa dilindungi ke luar provinsi. Selain itu, Solok Selatan juga menjadi lokasi favorit perburuan liar,” ujar Kepala Seksi TNKS wilayah IV Solok Selatan, David kepada wartawan di Padang Aro, Senin (25/4/2016).

Menurutnya, kegiatan ini diduga telah berlangsung sejak lama. Namun, keterbatasan personil dan ditambah jauhnya akses dengan kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Sumatera Barat, pihaknya mengalami kesulitan untuk mencegah aktivitas ilegal tersebut.

“Untuk mengatasinya, kita juga telah berkoordinasi dengan BKSDA wilyah III Sumatera Barat dan mereka siap membantu dalam penanganannya,” jelasnya.

Peta Kabupaten Solok Selatan, berbatas langsung dengan Provinsi Jambi yang diduga menjadi daerah tujuan pemasaran satwa liar dilindungi yang diburu di Taman Nasional Kerinci Seblat maupun di wilayah lainnya di Solok Selatan. (Kementerian PU)
Peta Kabupaten Solok Selatan, berbatas langsung dengan Provinsi Jambi yang diduga menjadi daerah tujuan pemasaran satwa liar dilindungi yang diburu di Taman Nasional Kerinci Seblat maupun di wilayah lainnya di Solok Selatan. (Kementerian PU)

Dengan adanya koordinasi dengan BKSDA ini, tambahnya, maka mereka tidak hanya bisa menindak penjualan satwa dilindungi dari TNKS, tetapi juga dari hutan sekitar.

David menyebutkan, informasi dugaan Solok Selatan menjadi jalur perlintasan penjualan satwa liar diperoleh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Penjualan satwa dilindungi ini diduga banyak dijual ke Provinsi Jambi.

Letak geografis Solok Selatan sendiri memang menghubungkan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dengan Muara Bungo, Provinsi Jambi.

Sementara itu, Direktur Institution Conservation Society (ICS) Solok Selatan, Salpayandri membenarkan, di kabupaten itu diduga banyak perburuan satwa di TNKS serta menjadi jalur penjualan.

“TNKS harus lebih giat lagi melakukan koordinasi dengan BKSDA serta kepolisian untuk mencegah penjualan satwa dilindungi ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk perburuan, ICS beberapa waktu lalu menemukan dan langsung membuka jerat rusa serta harimau yang mereka temukan. Temuan itu diperoleh saat melakukan pemasangan kamera trap.

“Pada Maret lalu, kami menemukan 13 jerat rusa dan satu jerat harimau di wilayah TNKS yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit milik SJAL. Pada April, kami temukan satu jerat harimau dan jerat rusa di TNKS wilayah Jambi III,” jelasnya.

Ditambahkannya, diantara jerat harimau yang ditemukan, terdapat jerat yang usianya diperkirakan telah lama. (diky)

Foto: Harimau Sumatera di Taman Nasional Kerinci Seblat yang terancam punah akibat perburuan liar. (fokusriau.com)

News Feed