oleh

Stadion Sangnaualuh Terlantar dan Kumuh, Masyarakat Siantar “Hilang Selera”

Pematangsiantar, BatakToday

Kondisi Stadion Sangnaualuh Pematangsiantar,  yang dikelola oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), dibawah pimpinan Fatimah Siregar, saat ini sangat memprihatinkan. Terlihat stadion ini tidak terawat dan kumuh. Kondisi ini membuat masyarakat Siantar, terutama masyarakat yang bermukim di sekitarnya, tidak berminat menggunakan stadion “kebanggaan” kota Siantar ini, sebagai tempat bermain sepakbola.

Pantauan BatakToday, Kamis (30/6), stadion ini dipenuhi ilalang  serta rumput liar yang sudah meninggi di hampir seluruh bagian lapangan sepakbolanya.

Lapangan yang ditutupi ilalang (bataktoday/em)
Lapangan yang ditutupi ilalang (bataktoday/em)

Keadaan lain yang memprihatinkan, tribun tempat duduk penonton dalam keadaan rusak berat dan sebagian tembok stadion sudah roboh.

Tembok Stadion Sangnaualuh yang roboh (bataktoday/em)
Tembok Stadion Sangnaualuh yang roboh (bataktoday/em)

Basti (20), salah seorang warga Siantar yang rutin melakukan jogging sore di stadion Sangnaualuh, mengakui, masyarakat Siantar sangat jarang bermain sepak bola di stadion Sangnaualauh. Menurutnya, yang menyebabkan masyarakat menjadi “hilang selera” menggunakan lapangan ini adalah kondisinya yang kumuh dan tak terawat.

“Paling hanya jogging sore aja yang ramai setiap hari bang, kalau olahrga bermain sepak bola sangat jarang lah bang,” ucapnya dengan kecewa.

Tribun penonton yang rusak parah (bataktoday/em)
Tribun penonton yang rusak parah (bataktoday/em)

Hal senada dikatakan Aril (21), warga lainnya yang juga sedang olahraga sore di stadion Sangnaualuh. Dia menyebut, sering mengajak teman-temannya untuk jogging sekalian bermain sepak bola di stadion ini. Namun, teman-temannya selalu menolak ajakannya untuk bemain sepak bola di stadion Sangnaualuh.

“Teman-teman saya menolak bermain sepak bola di stadion Sangnaualuh ini. Taulah bang, kondisinya parah begini. Sebenarnya sepakbola di lapangan bola, macam yang biasa, jauh lebih diminati, sayangnya kawan-kawan akhirnya terpaksa memilih untuk bermain futsal,” ungkapnya.

Sementara, Dika (18) warga lainnya yang juga sedang olahraga di stadion Sangnaualuh berharap pemerintah kota segera melakukan renovasi terhadap satu-satunya stadion milik Pemko Siantar ini.

“Kalau stadion Sangnaualuh direnovasi, pasti akan menggairahkan masyarakat Siantar untuk bermain sepak bola, sekaligus membangkitkan sepak bola Siantar yang telah  mati suri,” demikian pendapatnya.

Lapangan sepakbola yang semakin jarang digunakan (bataktoday/em)
Lapangan sepakbola yang semakin jarang digunakan (bataktoday/em)

Ditambahkannya juga, jika nanti stadion ini jadi direnovasi, setelahnya, jangan digunakan lagi sebagai tempat konser musik, karena itu mempercepat kerusakan lapangan.

“Nantinya jika jadi direnovasi, untuk mengantisipasi supaya kondisi stadion semakin tidak cepat hancur, jangan diberi izin lagi sama pemerintah kota sebagai tempat konser. Untuk tempat orang berolahraga saja lah,” ujar Dika memberi saran. (EM)

Foto:

Kondisi Stadion Sangnaualuh Pematangsiantar, Kamis 30/6/2016 (bataktoday/em)

News Feed