oleh

Sukses Rehabilitasi, Sulardi: “Jangan Pernah Pakai Narkoba!”

Pematangsiantar, BatakToday

Mantan pecandu narkoba, Sulardi (31) yang bekerja sebagai  karyawan bongkar muat di salah satu perusahaan perkebunan yang ada di Nagori Gunung Bayu, Kecamatan Bandar, Simalungun, terlihat ceria setelah sukses menjalani rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar.

Sulardi yang ditemui di kantor BNNK Siantar, Jalan Keselamatan, Siantar Utara, Senin (9/1/2017) sekitar pukul 11.00, mengungkapkan, dia sebelumnya mengkonsumsi narkoba jenis ganja selama setahun lamanya, akibat dipengaruhi oleh teman-temannya.

“Pertama kali aku pakai ganja, waktu minum tuak sama kawan-kawanku. Disitu aku dipengaruhi memakai ganja. Pas ditawarkan, ku coba memakainya,” kata Sulardi.

Setelah memakai ganja utntuk pertama kalinya, Sulardi tidak menyangka dia menjadi ketagihan. Akibatnya, setiap hari Sulardi berusaha memperoleh  ganja untuk dikonsumsi.

“Besoknya habis makai ganja pertama kali itu, aku jadi ketagihan. Setiap hari, 2 linting ganja wajib kuhisap sebelum makan malam,” ujarnya.

Ketika BNN Sumatera Utara melakukan tes urine terhadap karyawan di tempatnya bekerja, Sulardi pun terbukti positif menggunakan narkoba. BNN Sumut menyarankan Sulardi direhabilitasi di BNNK Siantar.

“Sekitar bulan September tahun 2016, kami karyawan di tes urine BNN Sumut. Melihat hasilnya aku positif narkoba, BNN Sumut menyarankan aku agar direhabilitasi di BNNK Siantar. Mula-mula sempat tidak punya niat ikut rehabilitasi. Tapi setelah kupikir-pikir, dan dorongan berbagai pihak, sebulan kemudian, Oktober 2016 aku mendaftarkan diri untuk ikut rehabilitasi di BNNK Siantar ini. Karena, kalau nantinya dites urine kedua kalinya aku masih positif memakai narkoba, karirku di tempat kerja bisa terancam,” terang warga Nagori Gunung Bayu ini.

Tiga bulan menjalani rawat inap di BNNK Siantar, Sulardi merasakan perubahan yang signifikan pada dirinya. Dia mengutarakan, bahwa secara psikologis dirinya telah kembali normal.

“Mulai direhabilitasi di BNNK Siantar, aku langsung berhenti total memakai ganja. Program rehabilitasinya kuikuti sesuai aturan. Hasilnya, banyak perubahan yang kualami. Misalnya, pola pikirku jadi lebih baik. Ketahan fisik tubuhku juga semakin baik. Bangun pagi sekarang ini, badanku sudah segar, beda sama dulu waktu aku masih memakai ganja. Sudah dites, urine ku juga sudah negatif narkoba,” sebutnya.

Oleh karenanya, di hadapan Kasi Pencegahan BNNK Siantar, Sulardi memastikan dirinya tidak akan memakai narkoba lagi. Dia juga berjanji bakal berperan aktif memberantas narkoba di tengah-tengah masyarakat. Sulardi menghimbau supaya anggota masyarakat lainnya agar jangan pernah menggunakan narkoba.

“Agar jasmani, dan rohani kita sehat, jangan pernah pakai narkoba,” tegasnya.

Kasi Pencegahan BNNK Siantar, Rustam Efendi mengungkapkan bahwa Sulardi adalah pesera rehabilitasi yang taat aturan. Dalam merahiblitasi Sulardi, pihaknya menerapkan beberapa program.

“Khusus korban yang mengikuti rawat inap, perawatan dilakukan 2 kali dalam seminggu, di klinik Pratama BNNK Siantar. Dalam melakukan penyembuhan, kita menerapkan metode Counseling (penyuluhan), maupun terapi kelompok. Hasilnya cukup efektif bagi Sulardi, dan juga peserta rehabilitasi lainnya,” tegasnya. (EM)

News Feed