oleh

Syukuran Bona Taon Pomparan Raja Panjaitan Tobasa: “Rukunlah, Berkat Pasti Datang”

Tobasa, BatakToday

Acara Syukuran Bona Taon Pomparan Raja Panjaitan, Boru, Bere dan Ibebere Kabupaten Toba Samosir dan sekitarnya diadakan Sabtu (19/3) di kompleks monumen Pahlawan   DI Panjaitan, Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Acara Syukuran yang mengambil thema “Punguan Panjaitan Rukun, Berkat Pasti Datang” (Mazmur 133:1-3), berlangsung meriah dan dihadiri ribuan orang.

Diawali dengan ziarah ke Tugu Raja Panjaitan yang terletak di Onan Raja Balige, kemudian dilanjutkan dengan karnaval yang diiringi Marching Band siswa SMA Negeri 1 Balige, menuju komplek Monumen DI Panjaitan, untuk dilanjutkan dengan melakukan kebaktian bersama.

Pomparan Raja Panjaitan, Boru, Bere dan Ibebere, saat ziarah ke tugu Raja Panjaita, Onan Raja, Balige 19/3/2016 (ap/bataktoday)
Pomparan Raja Panjaitan, Boru, Bere dan Ibebere, saat ziarah ke tugu Raja Panjaita, Onan Raja, Balige 19/3/2016 (ap/bataktoday)

Acara kebaktian berlangsung khidmat, dipimpin Pdt Donal Sinaga salah satu boru ni Panjaitan (isterinya boru Panjaitan-red.). Dalam khotbahnya Pdt Donal membawa hadirin ke dalam suasana haru dan menyentuh, ketika menyampaikan betapa pentingnya kerukunan.

“Banyak diantara kita yang bersaudara, satu pomparan (keturunan), saat ini tidak akur, tidak rukun. Begitu juga dengan hubungan di dalam keluarga, maupun hubungan suami istri. Maka sesuai dengan thema acara syukuran ini, “Pomparan Raja Panjaitan Rukun, Berkat Pasti Datang” , marilah kita meningkatkan kerukunan dalam kehidupan ini, maka berkat dari Tuhan pasti datang untuk kita,” demikian inti khotbah yang disampaikan Pdt Donal.

Ketua Umum Punguan Raja Panjaitan, Boru, Bere Ibebere Kabupaten Toba Samosir, Drs Jamel Panjaitan MM dalam kata sambutannya mengatakan, syukuran Bona Taon punguan ini dilaksanakan untuk mengingatkan agar senantiasa mengucapkan syukur kepada Tuhan.

Jamel berharap melalui acara syukuran itu rasa persaudaraan dan kekeluargaan semakin terbina, dan saling mendukung satu sama lain.

“Sungguh  besar berkat Tuhan bagi Pomparan Raja Panjaitan.  Kita ketahui pomparan Panjaitan sudah banyak yang berhasil di berbagai bidang.  Baik di pemerintahan, kepolisian, TNI, Pendeta, maupun yang lainnya. Kita patut berbangga dan bersyukur kepada Tuhan. Keberadaan Panjaitan di negara Indonesia memiliki andil dalam pembangunan.,” ucap Jamel.

Dilanjutkan Jamel, kumpulan berbasis marga dapat mengambil peran dalam Revolusi Mental seperti didengungkan pemerintah, untuk memperbaiki mental dan etika dalam masyarakat yang semakin terkikis.

“Satu hal yang perlu kita terapkan, seperti yang selalu didengungkan pemerintah kita saat ini, yaitu Revolusi Mental. Mental dan etika masyarakat saat ini sudah terkikis. Untuk itu, Pomparan Raja Panjaitan harus ambil bagian. Mari kita menerapkan umpama (pepatah) Batak “Pantun Hangoluan Tois Hamatean” (Sikap hormat dan sopan mendatangkan kehidupan dan kebaikan, sikap sombong dan ceroboh, atau tidak beretika, mendatangkan malapetaka atau kematian), dan mengajarkannya kepada seluruh anak cucu kita,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Taput ini.

Jamel juga berharap, punguan Raja Panjaitan, Boru,Bere dan Ibebere se Kabupaten Toba Samosir ini cakupannya bukan hanya sampai di marga Panjaitan saja, tetapi perlu dibentuk punguan Tuan Dibangarna yang mencakup empat marga, yakni Panjaitan, Silitonga, Siagian dan Sianipar.

“Apakah kita setuju, punguan Tuan Dibangarna dibentuk di Kabupaten Toba Samosir?,” tanya Jamel, yang dijawab serentak oleh hadirin dengan kata setuju.

Hadir dalam acara ini, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dan Wakil Bupati Toba Samosir Hulman Sitorus, sebagai boru ni Panjaitan. Seperti diketahui, keduanya beristerikan boru Panjaitan.

Dosmar Banjarnahor beserta istri mendapat sambutan hangat dari hadirin saat didaulat untuk menyanyi di panggung.

Sementara, Hulman Sitorus diberi kesempatan untuk mencabut undian sekaligus menyerahkan hadiah utama Lucky Draw kepada hadirin yang beruntung. (AP)

Foto : 

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor beserta Istri Boru Panjaitan saat diulosi, Balige 19/3/2016 (ap/bataktoday)

News Feed