oleh

Tak Satu Pun Kandidat Bupati Tobasa Perduli Nasib Buruh

Tobasa, BatakToday

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Toba Samosir menggelar debat publik bagi para kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati di Gedung TB Silalahi Center Pagar Batu, Balige, Sabtu (14/11). Dari pemaparan visi misi pada segmen pertama hingga closing statement, tak satu pun di antara ketiga kandidat yang menyinggung tentang nasib buruh.

Ketua KPU Tobasa Rinto P Hutapea yang membuka kegiatan itu menerangkan, debat tersebut memaparkan visi misi, serta program masing-masing pasangan calon. Dengan debat publik tersebut, diharapkan para kandidat yang akan bertarung dapat membedah visi misi dan uji pemahaman di berbagai bidang.

Debat dengan tema “Tapaturema” dihadiri ketiga pasangan calon, yakni nomor urut 1 pasangan Darwin Siagain-Hulman Sitorus (Winman), nomor urut 2 pasangan Poltak Sitorus-Robinson Tampubolon (Poltakro), dan nomor urut 3 pasangan Monang Sitorus-Sagita Hutahaean (Monangta).

Dalam debat publik tersebut, tampak para kandidat diberondong pertanyaan dari moderator Toni Pangihutan Situmorang yang hanya memberikan waktu menjawab selama dua menit .

Debat kandidat berlangsung dalam enam segmen. Segmen pertama diisi pemaparan visi misi secara singkat oleh masing-masing pasangan kandidat, disusul penajaman dan pendalaman visi misi pada segmen kedua.

Segmen ketiga diisi dengan pertanyaan moderator kepada masing-masing paslon, terkait isu-isu faktual di Kabupaten Toba Samosir.

Pada segmen keempat, digelar  tanya jawab calon bupati, dan segmen kelima, tanya jawab calon wakil bupati. Pada segmen  terakhir, masing-masing kandidat deberikan kesempatan untuk menyampaikan closing statement.

Pantauan BatakToday, selain ketiga pasangan calon, turut hadir tim pendukung masing-masing. Yel-yel dari para pendukung yang saling menyerukan dukungannya membuat suasana debat menjadi seru. Tak jarang sesama para pendukung calon saling mengejek karena tempat duduk masing-masing pendukung calon sangat berdekatan satu dengan yang lainnya.

Menurut salahsatu warga yang hadir di acara debat kandidat yang tidak bersedia disebut namanya menyatakan, debat ini sepertinya hanya sebatas penajaman visi misi saja dan kurang bermanfaat.

“Karena semua kandidat calon bupati hanya sifatnya memoles kalimat dengan membaca coretan yang sudah disediakan kandidat jauh hari sebelumnya,” ujarnya.

Usai debat, Ketua SBSI-92 Periana Hutagaol sempat berteriak kesal. Pasalnya tak satu pun calon yang membicarakan nasib buruh.

“Semua calon bupati Tobasa tidak ada yang berpihak terhadap buruh. Nasib buruh tidak ada disinggung oleh setiap calon. Hal ini jelas ketidakpedulian semua calon bupati terhadap buruh yang selalu saya perjuangkan nasibnya di Tobasa,” serunya.

Debat publik dikawal ketat oleh personel Polres Tobasa yang dipimpin Kapolres AKBP Jidin Siagian, dengan mengerahkan sebanyak 107 personel, terdiri dari Satuan Lantas, Sabara dan Intel.

Pengamanan dilakukan mulai dari lapangan parkir, gerbang pintu masuk, pintu gedung lokasi debat, dan di beberapa sudut ruangan debat.

“Warga yang tidak disertai tanda pengenal resmi yang diadakan oleh pihak KPU Tobasa, tidak diijinkan untuk memasuki ruang debat kandidat,” kata Kabag Operasional, Kompol Edi B Sinaga. (JS).

Foto: Tiga pasangan calon bupati-wakil bupati Tobasa tampil pada debat publik yang digelar KPU Tobasa di ruang TB Center di Desa Pagar Batu Balige, Kabupaten Tobasa, (bataktoday/js).

News Feed