oleh

Taman Bunga Siantar, Ruang Publik yang Tersisa

Pematang Siantar, BatakToday –

Sepuluh tahun lebih otoritas olahraga Kota Pematang Siantar tidak memperdulikan penyediaan dan pemeliharaan prasarana olahraga kota. Jangankan menambah fasilitas, memelihara yang ada saja Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) abai.

Faktanya, Stadion Sangnaualuh menjadi semak belukar. Sementara Lapangan Farel Pasaribu dirusak dengan pemberian ijin penyelenggaraan pasar malam, sirkus, dan konser promosi rokok.

Bahkan isu yang beredar beberapa bulan terakhir, Gedung Olahraga (GOR) Jalan Merdeka justru akan beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan dengan pola Build Operation Transfer (BOT) selama 30 tahun, tanpa ada penggantian gedung olahraga yang baru.

Jika itu terjadi, maka Siantar akan benar-benar menjadi kota yang ‘paling lucu’. Karena, jika kota lain berjuang untuk menambah prasarana olahraga sejalan dengan pertumbuhan penduduk, Siantar justru sebaliknya.

Sumber BatakToday mengungkapkan, proses pengalihfungsian GOR sudah hampir tuntas pada tahun 2015 lalu.

“Seminggu saja periode kekuasaan ditambah, selesailah GOR itu,” pungkasnya.

Akhirnya, Taman Bunga yang merupakan paru-paru kota Pematang Siantar,  menjadi lokasi utama bagi warga untuk melakukan aktivitas olahraga. Amatan BatakToday Minggu (31/1/2016) pagi, tampak ratusan warga kota melaksanakan berbagai aktivitas olahraga, seperti jogging, bersepeda, bermain bulutangkis, bahkan bermain sepakbola.

Boru Damanik, seorang warga, usai jogging keliling taman mengatakan, memilih Taman Bunga untuk berolahraga karena lingkungannya segar dan rindang.

“Disini saya hanya olahraga  ringan saja ito, seperti jalan santai di jogging track. Setelah itu saya bisa melakukan refleksi kaki,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Panjaitan, seorang warga yang sedang bermain bulutangkis.

Panjaitan berharap, Pemerintah Kota melakukan pembenahan fasilitas taman.

“Jogging track-nya terlalu sempit dan sudah mulai rusak. Saya berharap bisa dilebarkan dan lantainya diperbaiki, sehingga tidak mengganggu gerakan kaki,” pintanya.

Pada bagian lain taman, tampak sekelompok bocah kecil sedang asik bermain sepakbola.

Ketika ditanya alasan memilih bermain bola di Taman Bunga, Sardi, salah satu pemain cilik mengutarakan, lapangan di Taman Bunga ada rumputnya, tidak seperti lapangan haji Adam Malik yang rumputnya rusak karena sering dijadikan lapak berjualan (bazaar, red).

“Mau dimana lagi kami main bola Bang. Disini ada rumputnya dan nyaman untuk main bola, dibanding Lapangan Adam Malik. Disana rumputnya sudah botak, dan banyak jebakan,” terang Sardi. (EM)

Foto: Sekelompok bocah sedang bermain sepakbola di Taman Bunga Pematang Siantar, Minggu (31/1/2016) pagi. (bataktoday/em)

News Feed