oleh

Tengku Erry Prihatin Atas Penetapan Tersangka Bansos Sumut

Medan, BatakToday

Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyampaikan keprihatinan yang dalam atas penetapan dua tersangka kasus Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kejaksaan Agung. Kejaksaan Agung menetapkan Gubernur nonaktif Gatot PujoNugroho dan Kepala Kesbangpolinmas Eddy Syofian sebagai tersangka atas kasus Bansos Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2013-2014, Senin (2/11).

Hal itu disampaikan Tengku Erry menjawab wartawan di Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (3/11). “Saya menyampaikan prihatin yang sangat mendalam. Tapi kita harus menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Dijelaskan Erry, berlarut-larutnya penanganan kasus bansos, bahkan sampai 158 saksi yang dipanggil dan diperiksa termasuk lembaga-lembaga penerima, cukup menarik perhatian publik. Menurutnya, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan provinsi juga berpengaruh kepada kinerja dilingkungan kerjanya.

Posisinya saat ini, lanjut Erry, pihaknya menunggu proses hukum dan meminta semua pihak tidak membentuk opini sehingga bisa berkembang di tengah masyarakat.

Menyinggung keberadaan Eddy Syofian yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Siantar, menurut Erry tetap harus mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. “Jika ada kepala daerah yang berhalangan tetap maka akan diangkat pelaksana harian, yaitu sekda. Itupun kalau berhalangan tetap,” ujarnya.

Mengantisipasi perlambatan proses pelayanan kepada publik, Erry mengatakan tetap memotivasi jajarannya agar bekerja maksimal. “Kita tetap motivasi. Dan saya tekankan agar tidak mengerjakan yang bukan tupoksinya. Pelayanan harus tetap berjalan,” katanya.

Erry juga sempat mengeluhkan posisinya sebagai pelaksana tugas ditambah proses hukum yang menyeret sejumlah pejabat, cukup mengganggu kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Apalagi posisi saya yang masih Plt, jadi kita tidak maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Biro Hukum Pemprovsu, Sulaiman, menjelaskan, untuk pendampingan hukum terhadap pejabat Pemprovsu yang ditetapkan menjadi tersangka akan dikoordinasikan dengan Peradi. “Nanti akan kita kordinasikan dulu dengan Peradi,” ujarnya.

Pantauan BatakToday, setelah Kejaksaan Agung menetapkan tersangka bansos, aktivitas kantor Gubernur Sumut tetap berjalan normal. Sejumlah agenda audiensi diladeni Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di ruang kerja Wakil Gubernur. (AFR)

Foto ilustrasi

News Feed