oleh

Tengku Erry: Tambang Emas Martabe Harus Sejahterakan Masyarakat

Batangtoru, BatakToday

Keberadaan tambang emas Martabe yang berada di Desa Napo, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat sekitar. Pengelolaan tambang juga mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan sekitar dengan menjamin kelestarian ekosistem lingkungan.

“Tambang emas Martabe harus berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah konsesi. Baik sejahtera dalam bentuk tingkat perekonomian, peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi, saat meninjau kawasan tambang emas Martabe PT Agincourt Resources (PT AR) di Desa Napo, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Minggu (29/1).

Erry juga mendorong PT Agincourt Resources menyalurkan dana corporate social rensponsbility (CSR) tepat guna, tidak hanya sekadar memenuhi tanggung jawab semata.

“Ajak pemerintah kabupaten dan pemerintah kota yang berada di kawasan konsesi untuk berdiskusi, kemana dana CSR disalurkan. Tujuannya agar penyaluran dana CSR tepat guna dan berdaya guna,” saran Erry, didampingi sejumlah pejabat di hadapan Vice President Director PT Agincourt Resources Linda Siahaan, Director PT Agincourt Resources Washington Tambunan, sejumlah manager dan staf lainnya.

Lebih lanjut Erry menyatakan, tujuan utama eksploitasi sumber daya mineral adalah untuk menyejahterakan masyarakat sekitar.

“Berdayakan SDM masyarakat sekitar. Keberadaan tambang emas Martabe juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berdomisi di sekitar tambang,” pesan Erry.

Director PT Agincourt Resources, Washington Tambunan mengatakan, pengelolaan kawasan tambang emas Martabe dilaksanakan berdasarkan Kontrak Karya Generasi ke VI sesuai Keppres No. B-43/Pres/3/1997 tertanggal 17 Maret 1997. Sedangkan izin operasi produksi berpegang pada SK No 649.K/30/DJB/2013 tertanggal 21 Maret 2013.

Sedang kawasan operasional produksi PT Agincourt Resources sesuai Kontrak Karya Generasi ke VI seluas 163.927 hektar atau 1.639 kilometer persegi, meliputi Kabupaten Tapsel, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal (Madina), dan Kota Padang Sidimpuan.

“Tambang emas Martabe adalah tambang emas dan perak kelas dunia. Penuangan emas pertama dilakukan tanggal 24 Juli 2012 lalu,” jelas Washington dalam rilis yang diterima BatakToday.

Washington menjelaskan, perkembangan cadangan mineral per 31 Desember 2014 dengan total sumber daya mineral (resource) sebesar 7,4 juta ounces emas dan 70 juta ounces perak. Sedangkan total cadangan (reserves) sebesar 2,68 juta ounces dan 27,2 juta ounces perak.

Resources adalah endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. Sedangkan reserves adalah endapan mineral yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya, dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan dan sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan,” jelas Washinton.

Washington memaparkan, kapasitas pabrik pengolahan PT Agincourt Resources mencapai 4,5 juta ton biji per tahun. Sedangkan Gold Recovery-Au 78 persen mencapai Ag 55 persen sampai 65 persen. Tingkat efisiensi pengambilan logam, target produksi emas sebanyak 250 tibu oz per tahun dan perak 2,5 juta sampai 3,0 juta oz per tahun.

“Produk yang dihasilkan berupa Dore dengan kandungan emas 10 sampai 20 persen, dan perak 80 sampai 90 persen. Dore yang dihasilkan selanjutnya dimurnikan di PT Antam Tbk,” sebut Washington.

PT Agincourt Resources menyumbang pendapatan dari sektor tahun 2012 sebesar 414,7 milyar, tahun 2013 sebesar 353,7 milyar, tahun 2014 sebesar 531,1 milyar dan tahun 2015 triwulan ke 3 mencapai 425,4 milyar.

Washington mengungkapkan, berdasarkan komitmen pemegang saham lama, perusahaan juga memberikan 5 persen dividen kepada daerah. Hal itu sesuai dengan klausul dalam Kontrak Karya Generasi ke VI, dan nota kesepahaman tertanggal 12 Juni 2008 antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemkab Tapsel, PT Agincourt Resources Singapura Pte Ltd (ARS) dan PT Artha Nugraha Agung (PT ANA).

“Berdasarkan perjanjian pemegang saham PT AR, PT ANA dan PT ARS disepakti, bahwa 40 persen dari dividen yang akan diterima oleh pemda digunakan untuk program pengembangan masyarakat di sekitar tambang emas Martabe. Pengelolaan dana diserahkan kepada Pemkab,” sebut mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara ini.

Menurut Washington, tujuan kepemilikan 5 persen saham kepada daerah dimaksudkan guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat disekitar tambang emas Martabe.

Selain itu, guna mengembangkan kerjasama saling menguntungkan antara pemerintah daerah dengan swasta sekaligus meningkatkan rasa memiliki pemerintah daerah dan masyarakat terhadap tambang emas dan perak Martabe. (AFR)

Foto: Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan rombongan meninjau operasional penambangan di kawasan Tambang Emas Martabe PT Agincourt Resources (PT AR) di Desa Napo, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (29/11).

News Feed