oleh

Terjadi di Tobasa, Jurnalis Dianiaya Mantan Rekan Kerja

Lumban Julu, BatakToday

Awak media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik kembali menjadi korban kekerasan. Maria Sitorus, jurnalis salah satu media yang sedang bertugas di Dusun II Desa Lumban Holbung, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, mengalami penganiayaan oleh terduga pelaku Lambok Butarbutar, Jumat siang (03/02/2017) sekitar pukul 13.00 Wib.

Menurut keterangan yang diperoleh, Maria bersama temannya saat itu datang untuk tugas jurnalistik ke Dusun II Lumban Holbung, dengan diantar oleh temannya yang lain, yaitu Marojahan Sirait.

Tak lama setelah Marojahan pulang dan meninggalkan mereka di tempat itu, tiba-tiba muncul Lambok Butarbutar. Merasa ketakutan, karena menurutnya telah pernah dianiaya Lambok sebelumnya, Maria mengajak temannya bersembunyi di rumah salah satu warga bernama Widodo Manurung.

Widodo Manurung dalam penjelasannya mengatakan, keduanya terlihat ketakutan sehingga dia mengijinkan untuk bersembunyi di rumahnya.

“Mereka berdua saya lihat ketakutan, lalu saya izinkan sembunyi di kamar. Tapi karena diancam laki-laki itu, saya ketakutan, karena menyebut saya telah menyembunyikan buronan Polres Tobasa. Juga menelepon seseorang, memberitahukan jika keduanya sudah ada di rumah tersebut,” terang Widodo kepada kontributor BatakToday.

Widodo juga menerangkan, Lambok tiba-tiba datang dan mengejar korban yang sudah masuk ke dalam rumahnya. Menerobos pintu lalu menggeledah sekeliling rumah hingga pekarangan belakang. Kemudian kembali ke dalam rumah dan menggedor-gedor pintu kamar yang tertutup.

Pelaku meneriaki pemilik rumah dan mengancam akan melaporkan ke polisi dengan mengatakan Widodo telah menyembunyikan Maria, yang disebutnya sebagai buronan Polres Tobasa.

Widodo yang merasa ketakutan lalu meminta korban agar keluar dari kamar dan menyarankan untuk menemui pelaku ke teras rumahnya.

Namun, saat Maria muncul di hadapannya, Lambok langsung memukuli korban hingga berdarah di bagian wajahnya. Tidak puas memukuli pelaku kembali mengambil cangkul dan hendak memukul kepala korban.

Warga yang panik melihat kejadian tersebut, hanya mampu berteriak. Beruntung Marojahan Sirait, yang sebelumnya ditelepon oleh pelaku sendiri, tiba saat pelaku mengayunkan cangkul ke arah korban. Marojahan menangkis tangkai cangkul tersebut hingga melukai sikunya. Selanjutnya pelaku melarikan diri dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Korban, Maria Sitorus (45 tahun) menyebutkan Lambok telah keterlaluan, dan bukan sekali itu saja menganiayanya.

“Lambok Butarbutar sudah keterlaluan, ini bukanlah pemukulan yang pertama, tapi sudah beberapa kali. Kali ini ada saksi, saya akan melaporkan dia yang telah mengambil kebebasan saya sebagai jurnalis untuk meliput. Dia cemburu dengan saya, dia dulu mitra saya di salah satu media dan dia sudah dipecat,” sebutnya.

Marojahan Sirait menerangkan, seusai mengantar Maria dan temannya, Lambok Butarbutar sempat meneleponnya dengan mengatakan telah menemukan Maria.

“Usai saya mengantar mereka, saya kembali ke rumah dan tiba-tiba Lambok Butarbutar menelepon saya dan mengabari jika dia sudah menemukan korban Maria,” jelas Marojahan.

Usai kejadian tersebut Kepolisian Sektor Lumban Julu datang ke tempat kejadian perkara (TKP), setelah mendapati laporan warga. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Porsea untuk mendapatkan perawatan dan untuk menjalani visum. Atas kejadian ini, pelaku telah dilaporkan ke pihak yang berwajib. (jmh)

News Feed