oleh

Terlalu…! 500 Hari Penyidikan Tanpa Penetapan Tersangka…!

Pematangsiantar, BatakToday

Penyidikan atas kasus dugaan tipikor di tubuh Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Pematangsiantar dimulai sejak diterbitkannya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, dengan nomor surat: Print.Dik.01/N:.12/FD.1/12/2015, tertanggal 14 Desember 2015.  Namun hingga saat hingga saat ini Kejari Siantar belum menetapkan seorang tersangka pun dalam penyidikan kasus ini.

Baca berita:

Kajari Siantar: Pers Kawal Penyidikan Kasus Tipikor PD PAUS

475 Hari Penyidikan Tanpa Tersangka, Selamat untuk Kejari Siantar…!

Hari ini, Rabu (26/04/2017), penyidikan telah berjalan ‘genap’ 500 hari. Goklif Manurung, salah satu pengurus PERKASA (Persatuan Pedagang Kecil Eks Terminal Sukadame), yang sebelumnya beberapa kali mencoba mempertanyakan lambannya penyidikan oleh Kejari Siantar maupun Seksi Pidana Khusus yang menangani penyidikan kasus ini menyebutkan keprihatinannya atas performa Kejari Siantar dalam penanganan kasus ini.

“Mereka ini (maksudnya Kejari Siantar,-red.) tidak mendukung program Pemerintah RI. Pemberantasan korupsi adalah salah satu agenda prioritas dalam Nawacita yang menjadi program Presiden Jokowi. Kita sudah unjuk rasa, sudah kita pertanyakan baik-baik, sudah kita surati, malah Kajari Siantar, itu pak Masril, bersembunyi di balik Instruksi Presiden. Katanya tidak bisa publikasi sebelum penuntutan. Mau kita apakan lagi ya? Beritakan saja bahwa dalam penanganan kasus PD PAUS ini Kejaksaan (Siantar,-red.) sudah keterlaluan. Terlalu…!” ujarnya kepada BatakToday, Rabu pagi (26/04/2017).

Baca berita:

14 Bulan Kasus PD PAUS Tanpa Tersangka, Kejari Siantar Tunggu Anak…

Kasus PD PAUS: OTT Gaya Siantar, Operasi Tanpa Tersangka

Kasus PD PAUS: Kejari Siantar “Peralat” Instruksi Presiden

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Siantar, Herianto Siagian SH, yang coba dihubungi pagi ini melalui panggilan dan pesan singkat melalui akun WA-nya, tidak memberi jawaban tentang perkembangan penyidikan kasus ini. (ajvg)

News Feed