Tobatak Festival 2017, Jalan Menuju Konser Berkelas Dunia

Tobatak Festival 2017, Jalan Menuju Konser Berkelas Dunia

1881
Samosir Music International 2016, Open Stage Tuktuk Siadong, Sabtu 27/8/2017 (bataktoday/ajvg)

Tuktuk Siadong, BatakToday

Tobatak Festival adalah sebuah pagelaran konser musik yang melibatkan artis internasional dari Eropa maupun daerah dan akan mengutamakan musik/lagu Batak.  Pagelaran yang direncanakan pelaksaannya pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2017 di Open Stage Tuktuk Siadong Pulau Samosir, merupakan yang ketiga kalinya, sejak pertama kali digelar pada  Agustus 2014.

Untuk tahun ini, para artis yang terlibat untuk meramaikan festival ini adalah, Hermann Delago–Nadine Beiler–The JB’s Band dari Austria, Bernadeta Astari dari Belanda , Viky Sianipar dan Band , Tongam Sirait dan beberapa artis lokal seperti  Jajabi Band–Supra Purba Tambak–Punxgoaran dan Samisara Band.

The JB's & Hermann Delago (ist)
The JB’s & Hermann Delago (ist)

Nama Hermann Delago sudah menjadi tidak asing lagi bagi para pecinta musik/lagu Batak di Indonesia secara umum, terutama sejak 2 buah group  Orkestra yang dipimpinnya di Tyrol-Austria mengadakan tour konser ke  Samosir pada tahun 2014 dan mengumandangkan lagu lagu-lagu Batak.

Viky Sianipar dan Hermann Delago (ist)
Viky Sianipar dan Hermann Delago (ist)

Sebelumnya, di tahun 2010 , Hermann Delago dan Viky Sianipar berkolaborasi untuk memproduksi album Batak , bernama Tobatak Album . Kemudian didistribusikan secara worldwide oleh sebuah label musik di Jerman . Hampir di setiap konser yang dilakoni Hermann bersama orchestra-nya di Austria, dia selalu membawakan beberapa lagu Batak. Kecintaan Hermann Delago akan musik dan budaya Batak sangat mendalam, bahkan dia telah menganggap Pulau Samosir sebagai kampung halamann kedua.

Nadine Beiler (ist)
Nadine Beiler (ist)

Tahun lalu Natascha Koch atau Tasha menjadi bintang dalam konser saat itu. Kali ini dia tidak lagi hadir, penyanyi wanita lainnya yang juga asal Austria, Nadine Beiler, akan mengisi panggung di Open Stage Tuktuk. Penyayi  Austria ini memiliki nama besar dan pernah menjadi penyanyi pilihan masyarakat Austria, yang menjadi utusan ke ajang lomba tarik suara antar negara yaitu Eurovisie Songfestival tahun 2011.

Penyanyi lainnya, Bernadeta Astari, warga Indonesia yang sudah tinggal di Belanda sejak berumur 18 tahun. Dia menyelesaikan kuliahnya di Konservatorium Utrecht hingga mendapat gelar Master di bidang Vokal Klassik. Sebagai penyayi soprano, meraih banyak prestasi di Belanda, diantaranya pernah sebagai pemenang Vokal Klasik di seluruh Belanda, dan pernah tampil di hadapan para pemimpin negara-negara di dunia, saat pembukaan acara Nuclear Security Summit di Den Haag, Belanda, yang diikuti oleh 52 negara. Hingga saat ini, Bernadeta melakukan banyak tour show berbentuk Opera.

Bernadeta Astari (Foto: Marco Slot)
Bernadeta Astari (Foto: Marco Slot)

Semua artis dari Eropa ini nantinya akan menjadikan lagu lagu Batak menjadi repertoire utama mereka.

Tongam Sirait (ist)
Tongam Sirait (ist)

Ini yang selalu menjadikan keunikan dalam TobatakFest. Para artis yang dari Austria ini akan berkolaborasi dengan Singer & Songwriter dari pesisir Danau Toba, yaitu Tongam Sirait. Mereka nantinya akan membawakan beberapa karya ciptaan Tongam Sirait.

Viky Sianipar adalah salah satu musisi muda yang sangat kreatif, menjadi kebanggaan orang Batak saat ini. Dia menggubah banyak lagu Batak menjadi terdengar sangat modern dan dapat diterima telinga kawula muda pada umumnya, tanpa menghilangkan esensi dari lagu dan musik Batak.

Dia mengangkat nilai cita rasa musik Batak ke dunia yang lebih luas. Di tahun 2016 yang lalu, Viky Sianipar mengadakan Tour Eropa, memperkenalkan album musik Toba World-nya. Agustus ini dia akan menampilkan thema TobaRock bersama bandnya, dengan Alsant Nababan sebagai vokalisnya.

Viky Sianipar (ist)
Viky Sianipar (ist)

Selain nama nama beken di atas, beberapa musisi atau local talent juga akan dilibatkan. Ini menjadi motivasi tersendiri buat mereka agar terus berkarya, sekaligus memberi rasa dan pengalaman  bagi mereka bermain di panggung musik besar.

Sebagai inisiator dan Project Manager event Henry Manik, menyebut rasa bangganya atas dukungan dari semua artis yang terlibat dengan mengedepankan nilai-nilai persahabatan, untuk lebih memasyarakatkan musik/lagu  Batak, secara nasional maupun internasional. Tujuan lainnya, menciptakan sebuah atraksi/festival musik berkualitas di Samosir, yang mampu menarik perhatian pengunjung baik domestik maupun mancanegara.  Sehingga Samosir dan Danau Toba  yang telah ditetapkan sebagai  Destinasi Wisata Prioritas, mendapat nilai tambah dari konser ini.

Henry Manik  berharap event ini terus mendapat dukungan dan perhatian  yang lebih besar lagi, terutama dari pemerintahan pusat dan propinsi, serta dari pihak swasta. Sejak 2014, Pemkab Samosir melalui Dinas Pariwisata-nya memberi dukungan untuk berlangsungnya event ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari kalender tahunan Dinas Pariwisata Samosir, yaitu Horas Samosir Fiesta (HSF).

Henry Manik, pemrakarsa dan Project Manager Samosir Music International, dalam acara Meet & Greet Tasha Band feat Hermann Delago, di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro 21 A, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 (bataktoday/ajvg)
Henry Manik, pemrakarsa dan Project Manager Samosir Music International, dalam acara Meet & Greet Tasha Band feat Hermann Delago, di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro 21 A, Pematangsiantar, Kamis 25/8/2016 (bataktoday/ajvg)

Maka, dengan makin besarnya dukungan yang bisa didapat, diharapkan suatu saat nantinya pelaksanaan festival ini bisa digelar selama beberapa hari. Dan pada akhirnya Samosir akan bisa memiliki sebuah Music  Festival  bernama TobAtak Music Festival, yang akan melibatkan musisi/artis dalam dan luar negeri, sebagaimana festival musik lainnya yang  dikenal secara internasional , sekelas Java Jazz di Jakarta, Lowland Fest di Belanda, Rainforest World Music Fest di Malaysia, atau bahkan festival musik internasional lainnya yang lebih berkelas lagi. (rel/ajvg)