oleh

Tobatak Festival 2017, Nadine Beiler: Bandingkan Lagu ‘Didia Rokkaphi’ dengan ‘Don’t Cry for Me Argentina’

Pematangsiantar, BatakToday

Nadine Beiler, penyanyi asal Austria yang akan tampil di Open Stage Tuktuk Siadong, Samosir, dalam Tobatak Festival 2017 atau dikenal juga sebagai Samosir Music International 2017, menyebut, bahwa baginya lagu ‘Didia Rokkaphi’ seperti menyanyikan ‘Dont’t Cry for Me Argentina’.

Lagu ‘Didia Hokkaphi’, salah masterpiece (karya terbaik) di blantika musik pop Batak, karya Dakka Hutagalung. Lagu ‘Don’t Cry for Me Argentina’, ditulis Tim Rice dan direkam pertamakali dalam album Julie Covington pada tahun 1976, dan kemudian dipopulerkan juga oleh Madonna.

“Seperti lagu ‘Didia Rokkaphi’, bagian liriknya ‘unang sai marsak ho, unang sai tangis ho’, itu sangat menyenangkan dan nadanya mudah bagi saya. Bagi saya, menyanyikan lagu ini seperti menyanyikan lagu Don’t Cry for Me Argentina. Pada bagian ‘all through my wild days, my mad existence’, iramanya sama,” sebut Nadine, sembari menyanyikan potongan dari kedua lagu seperti disebut di atas, dan kemudian tertawa lepas.

Ketika bersama salah satu jurnalis yang hadir dalam konperensi pers pagi tadi, ditanyakan tentang faktor kesulitan dalam mempelajari lagu-lagu Batak yang dibawakannya dalam tournya di Indonesia, Nadine menyebut tidak terlalu sulit.

“Pengucapan kata dalam Bahasa jerman tidak terlalu berbeda dengan bahasa Batak, bagaimana menuliskannya begitu juga membacanya. Sehingga tidak terlalu sulit bagi saya untuk menyebutkan lirik lagu berbahasa Batak. Kemudian saya juga mendengarkan lagu-lagu Batak melalui Youtube, dan mencoba untuk menyanyikannya,” sebutnya.

Penyanyi Austria ini eksis dengan genre musik Soul dan R&B, dan menjuarai Starmania 2007, sejenis kontes idol di negerinya. Kemudian dia mewakili Austria di Eurovision 2011. Dia memiliki penilaian tersendiri tentang irama dan melodi dalam lagu-lagu Batak yang didengar dan dipelajarinya.

“Saya tentu belum mendengar cukup banyak lagu Batak. Tapi dari yang saya dengar, irama dan melodinya sangat menyenangkan, saya menyukainya,” ujar Nadine dengan ekspresi menunjukkan rasa senangnya.

Nadine Beiler (Foto: Arif JV Girsang)
Nadine Beiler (Foto: Arif JV Girsang)

Nadine menambahkan lebih spesifik lagi, sangat menyukai nada dan irama lagu-lagu Batak yang dimainkan dengan ‘suling’. Dia juga telah meminta Hermann Delago, tokoh dibalik kesediannya untuk tampil di Tobatak Festival 2017, agar mengaransir lagu dalam versi Batak untuk albumnya yang akan datang.

“Saya minta Hermann Delago untuk mengaransir lagu dalam komposisi Batak untuk album saya yang akan datang. Isteri Hermann yang orang Batak tentu akan membantu untuk menerjemahkan dan menuliskan lagu-lagu itu ke dalam lirik Batak,” terang Nadine.

Sebelum berpisah dengan Nadine Beiler, dia kesulitan untuk mengingat dan menyebut nama jurnalis BatakToday. Setelah dicoba memberi titian ingatan dengan kata wiseman, Nadine langsung menyanyikan penggalan lagu yang begitu populer dari Elvys Presley, “I Can’t Help Falling in Love with You”.

“Wise men say, only fools rush in…. But I can’t help, Fallin in love with you…” lantunnya, dan tertawa kocak setelah ‘berhasil’ menyebut nama jurnalis BatakToday.

Nadine Beiler dan Bataktoday berpisah di Sapadia Hotel, pagi menjelang siang, dengan ‘janji’ akan bertemu lagi di Tuktuk Siadong-Samosir, untuk Tobatak Festival 2017…!!! (ajvg)

#tobatakfestival2017 #samosirmusicinternational2017 

#tobatakfestival #tobatak #samosirmusicinternational 

#tuktuksiadong #tuktuk #hermanndelago #nadinebeiler

 

News Feed