oleh

Untuk Menggenjot Pengembangan Sektor Pariwisata, Pemkab Tobasa Akan Bentuk FTKP

Tobasa,BatakToday –

Dalam rangka percepatan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir dalam waktu dekat akan membentuk Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP) Toba Samosir. FTKP diharapkan akan mampu menggenjot pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Toba Samosir.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Samosir, Ultri Sonlahir Simangunsong, Selasa (6/10) di ruangannya. “Forum Tata Kelola Pariwisata Tobasa ini akan dideklarasikan paling lambat akhir Oktober 2015,” ujar Ultrison Simangunsong yang didampingi Kasubbag Program Dinas Pariwisata, Herkules Butar-butar.

Pemandangan kota Balige dari pantai Lumban Silintong.
Pemandangan kota Balige dari pantai Lumban Silintong.

Dikatakannya, unsur FTKP tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, masyarakat, swasta, sanggar seni dan budaya, pemerhati pariwisata, pelaku usaha, media, dan perguruan tinggi. FTKP ini nantinya akan menata pengelolaan berbagai aspek yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata dan budaya di kawasan Danau Toba khususnya di Kabupaten Toba Samosir. Menurut Ultri, langkah ini merupakan pemicu pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional di Tobasa. “Apalagi pemerintah pusat telah menunjuk kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata yang harus dikembangkan dalam rangka kunjungan wisatawan nasional,” terang putra Pematang Siantar ini.

Oleh karena itu, sambung Ultri, mulai tahun ini, pemerintah kabupaten bersama dengan elemen masyarakat harus bersinergi dan saling bahu-membahu dalam menata pengelolaan obyek-obyek wisata maupun mengembangkan budaya daerah ini.

“Mulai tahun ini, pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah dalam rangka membenahi destinasi pariwisata yang diprioritaskan untuk sepuluh daerah destinasi pariwisata di Indonesia, termasuk kawasan Danau Toba,” ujar Ultri Simangunsong.

Diterangkannya, berdasarkan analisa pemerintah,  sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penyumbang utama devisa bagi Indonesia.  Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan penerimaan devisa dari sektor pariwisata sebesar 12 miliar dollar AS.

“Sektor yang akan dibenahi atau diperbaiki dalam mendukung program destinasi pariwisata tersebut terutama untuk memperbaiki infrastruktur jalan, bandara sebagai akses pendukung menuju obyek wisata di kawasan Danau Toba,” tandasnya.

2.Pantai Lumban Bulbul yang ramai dikunjungi wisatawan lokal namun kurang terawat.
2. Pantai Lumban Bulbul yang ramai dikunjungi wisatawan lokal namun kurang terawat.

Lanjut Utri Simangunsong, khusus untuk daerah Tobasa, target obyek wisata yang akan dibenahi ada beberapa lokasi, yakni pantai Pangkondian Desa Meat Kecamatan Tampahan, pantai Lumban Bulbul Balige, pantai Lumban Silintong Kecamatan Balige, dan pantai Tambunan Lumban Gaol Kecamatan Balige.

Walsa Tampubolon, salah seorang warga desa Sibolahotang Tampubolon Kecamatan Balige sangat mendukung program pemerintah untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu tujuan kunjungan wisata nasional. Sebagai wujud dukungan tersebut, warga desa Sibolahotang Tampubolon yang umumnya berdomisili di pinggiran Danau Toba itu telah sepakat untuk menjadikan kawasan itu sebagai lokasi wisata.

Walsa Tampubolon yang mewakili warga Desa Sibolahotang datang ke Dinas Pariwisata untuk memberikan dukungan dengan bentuk surat penyataan agar desa mereka yang berada di pinggiran Danau Toba tersebut supaya dikelola oleh Pemkab Tobasa.

“Kedatangan saya ke sini sekaitan dengan peningkatan Pariwisata di daerah ini. Kami telah sepakat agar desa kami yang memiliki pantai indah itu dapat dikelola Pemerintah Kabupaten  sebagai obyek wisata moderen,” kata Walsa Tampubolon. (AP)

News Feed