oleh

Victor Simanjuntak dkk Buru Terus Pelaku Politik Uang

Jakarta, BatakToday

Politik Uang adalah akar dari segala kerusakan sendi-sendi kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara. Akibat terparah dari politik uang adalah perilaku pelayan rakyat yang korup.

Tak dapat dipungkiri bahwa Korupsi adalah pembunuh karakter bangsa. Presiden Jokowi beberapa waktu lalu juga berulang kali menyampaikan bahwa musuh terbesar yang harus kita lawan adalah Korupsi, Radikalisme dan Narkoba.

Ketiga musuh di atas mudah sekali muncul dan berkembang, bagaikan candu melekat yang sulit dilepas. Justru karenanya, wajib diperangi demi mewujudkan Bangsa dan Negara yang berkualitas, mandiri dalam ekonomi, mandiri dalam politik dan mandiri dalam budaya. Ketiga kemandirian ini yang dikenal dengan slogan ‘Trisakti’ oleh pendiri Negara kita Ir Soekarno.

Kalau kita cermati berbagai aspek kehidupan kita dalam bermasyarakat dalam rentang 40 tahun terakhir tak dapat dipungkiri bahwa hampir di setiap lini terdapat gangguan proses pendewasaan dan kemajuan kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara ini ternyata bersumber dari adanya perilaku kita yang cenderung mengijinkan berlangsungnya praktek-praktek ‘Money Politic’.

Kampanye Buru Politik Uang, Gerakan Relawan Independen (bataktoday/rag)
Kampanye Buru Politik Uang, Gerakan Relawan Independen (bataktoday/rag)

Perilaku ‘money politic’ baik dalam arti sempit seperti dalam proses pilkada, juga dalam arti luas dalam hal praktek ‘kroni-kroni’ kepentingan di berbagai sektor pelayanan masyarakat, merupakan musuh besar yang wajib kita lawan.

Sekalipun tidak mudah untuk membuktikan, namun dengan fakta-fakta terungkapnya sejumlah kasus pidana korupsi yang sampai ke pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap yang dilakukan oleh para pejabat publik, maka dapatlah kita memperoleh prakesimpulan bahwa politik uang ini telah berlangsung lama dan melekat di berbagai lapisan pada institusi-institusi kenegaraan baik pada kelompok berlatar belakang eksekutif, yudikatif maupun legislatif.

Victor E Simanjuntak
Victor E Simanjuntak

Disamping itu, disadari atau tidak, kita sebagai anggota masyarakat pun telah memiliki standar nilai atau moral yang telah jauh bergeser dalam menentukan batasan antara perilaku wajar maupun tidak, terkait perilaku ‘Money Politic’.

Semua tersebut di atas, adalah yang dapat ditangkap BatakToday dari pemikiran seorang Brigjend Pol (Purn) Drs Victor Edison Simanjuntak, selama berinteraksi dan berdiskusi dengannya, di sepanjang masa “Perburuan Pelaku Politik Uang” dalam rangka mendukung dan mengawal Pilkada Jakarta Bersih 2017.

“Politik uang merupakan sumber segala kebobrokan dan kebusukan perilaku kita. Politik Uang hasilkan politisi busuk, birokrat korup, aparat penegak hukum yang bengis yang menindas dan memiskinkan rakyat,” tegas Victor dalam sebuah perbincangan, meski semua yang hadir saat itu mengetahui latar belakang Victor sebelumnya adalah sebagai aparat penegak hukum.

Kampanye Keliling (bataktoday/rag)
Kampanye Keliling (bataktoday/rag)

Dikatakannya, perilaku masyarakat sejatinya lahir dari kebiasaan-kebiasaan, yang pada gilirannya menjadi budaya, yang sebagian besar dipengaruhi oleh sikap-sikap teladan pimpinan-pimpinan pelayanan masyarakat, khususnya pimpinan eksekutif, dan tentu yang tersebar di seluruh negeri adalah Kepala Daerah.

Victor E Simanjuntak, mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, yang diingat publik Negeri ini sebagai ‘tokoh pemberani’ saat ‘mengobrak-abrik’ Kubu RJ Lino dalam Kasus Pelindo II, selama dua bulan terakhir bergelut dalam Gerakan Relawan Independen (GRI) untuk mengawal Pilkada Jakarta Bersih.

Sebagai mentor dalam GRI, Victor sangat berharap Pilkada Serentak 2017 yang berlaku di 101 daerah akan menghasilkan pemenang dengan melalui proses pemilihan yang bersih.

”Jakarta adalah tempat paling strategis untuk memulai gerakan dan menggaungkan perang melawan Politik Uang. Pilkada bukan hanya di Jakarta, periode 2017 ini serentak berlaku di 101 daerah pemilihan di Indonesia. Melalui gerakan ini tentulah kita pun berharap melakukannya bersama dengan teman-teman di seluruh daerah, itu yang kita gaungkan selama berapa bulan ini. Kita harus mulai dan tentu selanjutnya dapat berharap, para pemimpin atau kepala daerah yang terpilih kelak adalah orang-orang bersih. Mereka harus lah lahir sebagai pemenang pilkada melalui proses pemilihan yang terjamin bersih.  Sehingga daerah-daerah diisi oleh orang-orang bersih, yang artinya tentu sama dengan Negara juga diurus, masyarakat dilayani, oleh pemimpin-pemimpin yang bersih. Sekali lagi, Indonesia jangan berharap kalau tidak pernah memulai untuk melakukannya..!!” pesan Victor. Hingga Senin larut malam (13/02/2017), Victor dan kawan-kawan, dalam Gerakan Relawan Independen untuk Pilkada Jakarta Bersih, tetap bergerak.

Posko Pemburu Politik Uang di pemukiman padat, Jakarta (bataktoday/rag)
Posko Pemburu Politik Uang di pemukiman padat, Jakarta (bataktoday/rag)

Saat masa kampanye untuk Pilkada Serentak 2017 telah berakhir, segala kegiatan kampanye, kegiatan lapangan, dan semua atribut serta alat peraga harus dibersihkan, namun hal ini tidak berlaku untuk Gerakan Relawan Independen.

Seluruh kegiatan tetap berlangsung, semua atribut-baliho dan posko-posko Pemburu Politik Uang tetap berdiri, tersebar di penjuru kota Jakarta. Bahkan, para Relawan berkampanye dengan menggunakan kendaraan dan ‘halo-halo’ ke seluruh penjuru kota, untuk menggalakkan Perburuan Pelaku Politik Uang. (rag/ajvg)

News Feed