Vonis Ketua Adat Huta Tukko Nisolu Ditunda

Vonis Ketua Adat Huta Tukko Nisolu Ditunda

1735
Dirman Rajagukguk, Ketua Adat Huta Tukko Nisolu (bataktoday/ajvg)

Balige, BatakToday

Dirman Rajagukguk, Ketua Adat Huta Tukko Nisolu, Desa Parsoburan Barat, Toba Samosir, menyatakan kekecewaannya atas penundaan pembacaan putusan hakim untuk perkara dugaan pidana pencurian kayu yang dituntutkan kepadanya. Persidangan di Pengadilan Negeri Balige yang dilangsungkan selepas istirahat siang, Rabu (31/05/2017), dibuka oleh Majelis Hakim yang menangani perkara, untuk menyatakan penundaan putusan atas terdakwa, hingga sidang berikutnya, minggu depan Rabu, 7 Juni 2017.

Puluhan massa pendukung Dirman Rajagukguk yang telah tiba sekitar pukul 11.30 Wib, tadinya bermaksud menggelar spanduk dan poster untuk memberikan dukungan kepada Dirman, dan juga berisikan tuntutan untuk penghentian operasi PT. Toba Pulp Lestari (TPL), serta menuntut pengembalian Tanah Adat Tukko Nisolu. Namun keinginan itu terhambat, tidak seperti ketika mereka melakukan hal yang sejenis pada sidang sebelumnya, Rabu (03/05/2017), karena mendapat larangan dari pihak PN Balige.

Baca berita terkait: Pendukung Dirman Rajagukguk: “PT. TPL Rampas Tanah Adat Tungko Nisolu”

Seusai sidang untuk penundaan putusan ini, Dirman Rajagukguk yang didampingi penasehat hukumnya, Jeffrianto Sihotang SH, dan juga pendampingan dari Aliansi Masayarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, beserta seluruh pendukungnya meninggalkan PN Balige menuju Sopo AMAN Tano Batak di Jalan Cornel Simanjuntak, Balige.

Di Sopo AMAN Tano Batak dilangsungkan rapat tertutup, bersama pengurus AMAN Tano Batak dan seluruh pendukung Dirman dari Masyarakat Adat Tukko Nisolu untuk menyikapi penundaan putusan hari ini.

Para pendukung Dirman Rajagukguk, sebelum meninggalkan Sopo AMAN Tano Batak (bataktoday/ajvg)
Para pendukung Dirman Rajagukguk, sebelum meninggalkan Sopo AMAN Tano Batak (bataktoday/ajvg)

Bocoran yang diperoleh BatakToday dari salah satu warga Masyarakat Adat Tukko Nisolu menyebutkan bahwa mereka akan tetap melakukan perlawanan, apa pun putusan hakim nantinya atas perkara yang menimpa Dirman.

Bereng hamu ma hami na ro on sian Huta Tukko Nisolu. Nai, akka ina dohot dakdanakna, laos na mar pese-pese pe dohot mandongani katua nami, Amang Rajagukguk. Huhilala mangida on nunga diboto hamu boha dukungan nami di perkara ni Amang Rajagukguk on, alana dang holan ibana na marperkara on, dohot do hami na sahuta, sian Tukko Nisolu. Aloon nami do torus! Diuhum so diuhum Amang Dirman, molo TPL do, aloon nami do torus. Ba maningon dipaulak tano ni ompung nami, tano i hak nami do i, boasa gabe TPL huroa namarkuasa di si (Lihat saja kami yang datang dari Huta Tukko Nisolu. Ini, ibu-ibudan anak-anaknya, bahkan yang punya anak bayi pun ikut mendampingi ketua kami, Bapak Rajagukguk. Saya kira melihat ini semua anda juga tahu bagaimana dukungan kami dalam perkara Bapak Rajagukguk ini, karena bukan hanya dia yang berperkara ini, ikut kami semua satu kampung, dari Tukko Nisolu, Kami lawan terus! Dihukum tidak dihukum Bapak Dirman, kalau TPL nya, akan kami lawan terus. Ya harus dikembalikan tanah leluhur kami, tanah itu hak kami, kenapa jadi TPL rupanya yang berkuasa di situ)?” tegasnya, sebelum masuk ke dalam Sopo AMAN untuk mengikuti rapat.

Sebelum rombongan pulang meninggalkan Sopo AMAN Tano Batak, sekitar pukul 17.30 Wib, BatakToday sempat ‘menghadang’ Dirman ketika akan naik ke truk. Dirman menyatakan kekecewaannya atas penundaan pembacaan putusan hakim untuk perkaranya hari ini.

“Kami semua merasa sangat kesal lah. Karena kami semua, keluarga pendukung, kita semua jadi merasa kecewa. Karena sudah dibawa anak-anaknya, sama ibu-ibu, itulah yang membuat kesal perasaan warga,” ujar Dirman, kemudian naik ke truk yang akan membawanya dan warga Masyarakat Adatnya, kembali Huta Tukko Nisolu, Desa Parsoburan Barat, Kecamatan Habinsaran.

Baca berita terkait: Ketua Adat Huta Tungko Nisolu Dituntut 10 Bulan Penjara

Dirman Rajagukguk dihadapkan ke depan pengadilan, setelah sebelumnya PT. Toba Pulp Lestari (TPL) melaporkannya ke Polres Toba Samosir, atas dugaan penebangan hutan dan pencurian kayu seperti yang kemudian didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Balige kepadanya. Namun kemudian, JPU dalam tuntutannya meminta agar Dirman dihukum 10 bulan pidana penjara atas pencurian kayu pinus milik PT. TPL.

Dalam tuntutan disebut barang bukti dalam perkara ini, adalah kayu pinus yang telah diolah jadi papan dan broti, yang terdiri dari papan panjang 3 meter sebanyak 43 keping (volume: 0,5160 m3), papan panjang 2 meter sebanyak 9 keping (volume: 0,0720 m3), dan broti panjang 4 meter sebanyak 17 batang (volume: 0,1904 m3). Dan dalam tuntutan itu disebutkan kerugian PT. TPL sebesar Rp 4 juta.

Baca juga berita:

Ketua Adat Huta Tukko Nisolu Korban Konspirasi Hukum?

Penasehat Hukum Dirman Rajagukguk: “Dakwaan Jaksa Copy Paste”

Sementara itu, perkara lain yang juga mendudukkan Dirman sebagai terdakwa, sedang bergulir di PN Balige. Perkara yang kedua ini adalah kasus dugaan pembakaran hutan, yang juga atas laporan PT. TPL. Hingga minggu ini Dirman telah menjalani dua kali persidangan untuk perkara tersebut. (ajvg)