oleh

Warga DKI Balikkan Keadaan, Politik Uang Senjata Makan Tuan


Jakarta, BatakToday

Tidak peduli dengan waktu yang tersisa, Gerakan Relawan Independen yang dimotori oleh Batak Muda Dunia demi Pilkada Jakarta Bersih, semakin menggebu. Gerakan ini telah berubah menjadi Gerakan Rakyat (People Movement), ketika ribuan Posko PEMBURU POLITIK UANG berdiri di pemukiman-pemukiman padat Jakarta.

Gerakan dengan elan perjuangan “BANTU POLISI TANGKAP POLITIK UANG: Pemberi & Penerima” ibarat gayung bersambut, mendapat dukungan luas dari warga Jakarta, terutama warga yang menghuni pemukiman-pemukiman padat.

Posko PEMBURU POLITIK UANG, Rusun Kemayoran (rag)
Posko PEMBURU POLITIK UANG, Rusun Kemayoran (rag)

Warga semakin menyadari, jika tertangkap karena menginginkan uang Rp 500 ribu sampai dengan Rp. 5 juta, akan dihukum penjara minimal 3 tahun, dan maksimal 6 tahun.

Hukuman ini ditambah lagi dengan denda minimal Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar, dan bila tidak bisa membayarnya akan dikenakan dengan hukuman penjara tambahan.

Eka Anindya, anggota kehormatan Batak Muda Dunia, yang menjadi salah satu inisiator Gerakan Relawan Independen demi Pilkada Jakarta Bersih, dan sekaligus mensupervisi gerakan untuk wilayah Jakarta Timur, menyebut warga yang sebelumnya menjadi target sasaran politik uang saat ini justru membalikkan keadaan.

“Dari sebelumnya menjadi target jiwa terbeli, yang disasar ‘petugas siluman’ yang ditebar “Paslon Sinterklas”, sekarang teman-teman justru membuat keadaan berbalik arah 180 derajat. Warga pemukiman padat di pelosok Jakarta sudah semakin cerdas, sekarang teman-teman menjadi pemburu pelaku politik uang. Sanksi yang dikenakan kepada pemberi maupun penerima, sesuai UU Nomor 10 tahun 2016, hukuman penjara 3 sampai 6 tahun. Belum lagi denda Rp200 juta sampai Rp 1 miliar. Masih ada yang berani?” tantang lawyer muda ini, Rabu (8/2/2017)

Posko PEMBURU POLITK UANG, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (rag)
Posko PEMBURU POLITIK UANG, Pondok Kelapa, Jakarta Timur (rag)

Batak Muda Dunia juga mendesak agar Paslon yang terkait kasus pidana dalam Pilkada DKI, maupun Paslon pada Pilkada lain di seluruh Indonesia, segera dilanjutkan di masa pilkada ini.

“Ini sesuai dengan Instruksi Kapolri Tito Karnavian. Bukan hanya untuk Paslon Pilkada DKI, tetapi seluruh Indonesia. Tentunya ini agar siapapun nanti yang terpilih, adalah Paslon yang bersih dari kasus pidana. Adili semua kasus hukum Paslon manapun. Equality before the law, semua sama di depan hukum...!” sebut Sabar Mangadu Tambunan, salah satu inisiator gerakan Batak Muda Dunia.

Disebutkannya lagi, bahwa Politik Uang akar dari Korupsi-Kolusi-Nepotisme dan berbagai jenis kejahatan lainnya terhadap rakyat, bangsa dan negara.

“Orang-orang yang mengaminkan Politik Uang adalah Penjahat Republik! Mereka pasti bersekutu dengan berbagai jenis gerombolan mafia!” demikian Sabar Mangadu menegaskan. (rag/ajvg)

News Feed