oleh

Warga Simalungun Permai Tolak SUTET PLN

Simalungun, BatakToday

Dinilai mengancam keselamatan dan kesehatan, puluhan warga Simalungun Permai, Desa Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, didampingi beberapa organisasi mahasiswa, diantaranya GMKI, GMNI,dan PMKRI menggelar unjuk rasa untuk menolak keras berdirinya Tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), yang berlokasi diantara rumah Bolon Cadika hingga Gardu Induk Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sabtu (15/10).

Pantauan BatakToday, aksi unjuk rasa dilakukan lansung disekitar lokasi berdirinya Tower SUTET. Tiba di lokasi, massa melakukan penyegelan dan memasang spanduk menyatakan penolakan keras atas berdirinya Tower SUTET di lokasi tersebut.

Dalam alasan penolakan warga Simalungun Permai yang dibacakan bersama di bawah salah satu tower SUTET, disebutkan PT PLN belum pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

Unjuk rasa penolakan keberadaan SUTET PLN (bataktoday/em)
Unjuk rasa penolakan keberadaan SUTET PLN (bataktoday/em)

Disebutkan juga beberapa surat yang diterbitkan PLN, mengandung ketidakbenaran, anatara lain surat PT. PLN No. 094/131/UIP RING SUM 1/2013 butir pertama tidak benar adanya. Kemudian, surat PT. PLN No. 094/131/UIP RING SUM 1/2013 butir ketiga tentang jarak, tidak relevan dengan surat masyarakat Dolok Marlawan tanggal 1 Mei 2012 kepada Presiden Republik Indonesia.

Lalu, berdasarkan hasil Rapat Komisi III DPRD Kabupaten Simalungun yang dituangkan dalam Berita Acara No. 16/Kom. IIII. DPRD. SIM/VI/2016), yang ditujukan kepada Ketua DPRD Simalungun yang menyatakan pihak PLN Unit Pembangunan Jaringan II belum dapat memberikan dokumen tentang pemberian hibah, maupun rekomendasi perizinan dari pihak pemerintah Kabupaten Simalungun.

Pihak PLN juga belum memberitahukan secara tertulis atau resmi terkait AMDAL untuk pembangunan jalur transmisi SUTET tersebut, sesuai amanat UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup.

Pembacaan pernyataan sikap untuk menolak keberadaan SUTET PLN (bataktoday/em)
Pembacaan pernyataan sikap untuk menolak keberadaan SUTET PLN (bataktoday/em)

Menyikapi persoalan tersebut, kepada wartawan  salah seorang warga, Asmaida Damanik mengatakan, keberadaan tower SUTET itu sangat menggangu kenyamanan, dan meresahkan warga sekitar.

“Kami punya hak untuk bebas hidup dari ancaman  keselamatan dan kesehatan. Stop pembangunan yang bersifat pembodohan!” ucapnya.

Asmaida menambahkan, warga akan kembali menyusun strategi perlawanan berikutnya untuk menolak keberadaan tower SUTET itu.

“Yang pasti, perlawanan dan  penolakan tower SUTET bukan hanya sekedar penyegelan saja. Dalam waktu dekat warga bersama mahasiswa pedamping bakal mengambil langkah berikutnya, untuk melakukan perlawanan menolak keberadaan tower SUTET ini,” tegasnya. (EM)

News Feed