oleh

Wisata Bah Damanik, “Berpetualang” Naik Rakit

Simalungun, BatakToday

Bah, Damanik ternyata bukan hanya salah satu marga Batak, pemandian alam juga ada, namanya Bah Damanik. Sebagian menyebut pemandian alam yang terletak di Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik,  Kabupaten Simalungun ini dengan nama Aek Manik. Bah atau aek dalam bahasa puak Simalungun berarti sungai, atau air.

Sarimatondang, ‘ibu negeri’ kecamatan Sidamanik, berjarak sekitar 20 km dari Kota Pematangsiantar. Letak pemandian Bah Damanik ini tidak jauh dari tanah lapang Sarimatondang, sekitar 500 meter.

Kesejukan air pemandian alam ini setara dengan kesejukan air pegunungan. Tentu dapat dibayangkan, bagaimana sejuknya air alam yang berada tak jauh dari hamparan perkebunan teh di sekitar Sarimatondang.

Ketika BatakToday berkunjung ke tempat ini, Jumat siang (10/2/2017), tidak menyangka pengunjung cukup ramai, meski bukan hari libur. Puluhan pengunjung yang didominasi anak-anak dan remaja terlihat bergembira ria menikmati air yang berasal dari pancuran alam.

Untuk masuk ke tempat ini, tak perlu membayar mahal, seharga Rp 5 ribu untuk orang dewasa, dan Rp 2 ribu untuk anak-anak. Sedangkan pemakaian ‘fasilitas’, tempat ganti pakaian, rakit, pelampung dari ban, tidak dipungut biaya lagi, alias gratis.

Salah satu yang menarik di tempat ini, tersedianya rakit untuk para pengunjung. Anda misalnya, bisa menerangkan kepada anak-anak arti pepatah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” dengan ‘alat peraga’ yang disediakan pengelola tempat ini.

Seperti dikatakan salah seorang pengunjung Gapa (11), dia bersama teman-temannya mengunjungi pemandian Bah Damanik karena ada rakit yang bisa digunakan sambil mandi-mandi.

“Sekali seminggu, sama kawan-kawan mandi-mandi ke sini. Airnya dari pancur mata air, sejuk. Yang bikin kami ketagih lagi, rakitnya ini Tulang, macam berpetualang gitu lah rasanya,” sebut Gapa lancar, disambut tawa ceria teman-temannya.

Pengunjung lain asal kota Siantar,  Fendy (26), mengetahui adanya tempat ini dari rekan-rekannya. Fendy mengakui bahwa dengan adanya rakit, membuat tempat ini jadi khas.

“Aku tau di sini ada pemandian dari kawan-kawanku. Kuakui airnya sejuk. Mandi pakai rakit sama kawan-kawan rasanya beda lah, jarang kita jumpai yang namanya rakit. Asyik kali bang, apalagi kalau rakitnya tiba-tiba tebalik pas dinaiki, iya kan? Seru kali lah, bang…,” kata Fendy, kemudian tertawa malu-malu. “He he he…!” (EM)

News Feed